28

543 27 6
                                        

Alun-alun kota seperti biasa, banyak mobil yang berlawanan arah entah tujuannya kemana. Mobil hitam milik Jason kini melaju dengan kecepatan sedang, berhenti pada lampu merah dan ketika warnanya kuning lalu hijau, mobilnya kembali berjalan.

Sampailah mobil hitamnya di garasi Mansion Ametis, tempat keluarganya berkumpul.

Ray turun dengan lesu, namun lirikan ayahnya yang tajam masih saja mengintainya. Ray cukup melihat dari ekor matanya saja sudah ketara, ayahnya benar-benar marah.

Saat masuk ke dalam, hal yang pertama ia lihat adalah ibunya sedang duduk di sofa sambil membaca buku dan meminum teh.

"Ib-"

"Sayang, lihat apa yang aku bawa pulang" Jason berteriak dengan senang sambil tersenyum.

Jie yang sedang membaca buku langsung menoleh. Seketika ia bangun dan menghampiri suaminya.

Puk

Ray terpaku, bahunya terasa basah. Ia membalas pelukan ibunya yang erat. Kepalanya lagi-lagi terasa sakit, tapi ia harus terlihat biasa saja. Ini perintah ayahnya.

"Kemana saja putriku ini? Syukurlah kau kembali dengan selamat" Jie tersenyum sambil mengecup kening Ray dengan sayang.

"Aku baik-baik saja ibu, aku berkunjung ke rumah teman dan ketiduran di sana sampai pagi hehe. Motorku tiba-tiba kehabisan bahan bakar, jadi aku menunggu ayah untuk menjemput" Jawab Ray dengan senyuman manis, walaupun wajahnya terlihat pucat. Setidaknya dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

"Sudah makan belum? Ibu akan masakkan sup kesukaanmu sayang"

"Ehm benarkah? Aku akan bantu membuatnya" Ray langsung sumringah dan mengikuti ibunya di dapur.

Jason memandang interaksi dua alpha wanita itu bisa bernafas lega. Yang terpenting keluarganya bahagia.

Drrtt

Drrt

Suara dering ponsel itu terdengar dan Jason langsung menerima panggilan itu.

"Tunggu aku di sana"

Di kantor, bawahan dan bodyguard berkumpul di ruangan kerja Jason.

"Katakan, apa yang kalian temukan" Jason duduk santai di kursinya sementara bawahannya mengeluarkan map biru berisikan sebuah informasi.

"Tuan, nona Ray menjalin hubungan dengan seorang omega bernama Alya Anderson. Mereka sudah saling mencintai sejak lama, namun sepertinya kemarin yang terakhir. Jika perkiraan saya, nona Ray memergoki pacarnya selingkuh dengan alpha lain.

Hal itu membuat nona Ray tidak terima dan sakit hati, lalu pergi untuk melampiaskan rasa sakitnya"

Jelas salah satu informan itu. Kemudian informan kedua maju dan Jason mempersilahkan untuk dia bicara.

"Alya Anderson adalah sepupu dari anaknya Morten dan Monica Anderson. Mereka memiliki marga yang sama karena ikut ayah. Tapi yang saya dengar, Alya Anderson bukan wanita baik-baik. Dia suka mengambil hak milik orang lain dan menggertak lalu suka menjatuhkan orang lain. Bahkan memanfaatkan orang lain demi kesenangannya sendiri. Saya sempat mengecek CCTV rumah sakit, saat teman-teman nona Ray berkunjung. Mereka membicarakan sesuatu mengenai Alya Anderson yang Nona Ray selama ini tidak ketahui. Setelah itu nona Ray tampak sakit dan akhirnya kembali berbaring"

"Cukup" Jason menepuk meja, mengisyaratkan untuk diam.

"Anak nakal itu benar-benar" Jason menyisir rambutnya kebelakang. Ternyata yang membuat putrinya sengsara itu karena sebuah asmara.

"Aku ingin kalian memantau apa yang putriku lakukan, apalagi bersangkutan dengan omega itu. Cepat laporkan padaku jika ada suatu kejadian. Mengerti?" Perintah Jason.

Alpha WomanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang