.
.
.
Berjalan di lantai atas menuju ke atas ruangan pemilik resto ini karna memang ada minuman yang harus ia antarkan.
Sepanjang ia memikir kan akan sedikit perbedaan sikap bumi pada nya. Kenapa bicaranya sedikit sekali. Kenapa tidak tersenyum. Kenapa dia nampak acuh.
Mungkin itu sedikit banyak kelumit yang ada di dalam kepala atlas.
Entah apa yang terjadi pada bumi. Semalam mereka masih bertukar pesan seperti biasa . Berlarut dalam pikirannya.
Sekarang ia berada tepat di depan pintu ruangan bos nya.
Diketuk nya pelan pintu itu. Seakan meminta izin bahwa ia akan masuk kedalam untuk membawa minuman yang seseorang pesan.
Mengetuk pintu dan menunggu jawaban dari dalam. Selepas nya ia membua pintu dan berjalan perlahan membawa minuman yang bumi pesan. Tidak ada senyuman sedikitpun yang nampak pada raut wajah lelaki yang sedang duduk di sofa tersebut.
Nendra yang mengerti akan kejanggalan yang terjadi "sini taro sini ta. ".
Mendengar hal itu Atlas berjalan menuju sofa yang memang tengah mengadakan perbincangan sesuatu. Menaruh kopi di atas meja seraya membungkukkan badan. Dan pamit
Tidak ada sapaan bahkan gurauan yang terdengar di sana.
Hati kecil nya merasakan sakit secara tiba-tiba apakah ia berbuat salah?
Apakah bumi sudah tidak ingin berteman dengannya?
Apakah mereka akan menjadi asing?
Larut dalam pemikirannya sendiri Atlas kembali ke tempat nya bekerja.
Jaga yang merasa aneh akan sikap Atlas selepas dari atas kenapa sahabat nya seperti ini? Diam tidak banyak bicara. Dan melamun.
.
..
Di rasa resto sedang sedikit sepi hari ini. Atlas berjalan menuju toilet. Duduk di atas kloset . Memikirkan apa yang terjadi barusan.
Padahal kemarin rasanya ia senang sekali. Ia terlampau senang mungkin. Senang memiliki teman baru? Senang mendapat attention baru? Atau senang karna yang lain?
Jujur Atlas saja tidak tahu pasti. Tapi yang jelas kemarin kemarin ia masih merasakan euforia senang dalam hari hari nya.
Hingga hari ini. Tadi pagi tiba tiba ia merasakan rasa senang yang ia dapatkan itu akan segara menghilang. Karna akar pemberi perasaan senang yang biasa Atlas dapatkan sekarang justru bersikap sangat berbeda.
Atlas bingung. Apakah benar ia membuat salah dan ia tidak sadar hingga mebuat bumi tampak mengacuhkannya?
Terlalu larut dalam pikirannya sendiri hingga tanpa sadar air mata nya jatuh menuruni pipi.
Menangis dalam diam di dalam salah satu bilik toilet. Pria kecil itu tidak sadar bahwa seseorang tengah mendengarkan ia menangis sedari tadi.
Itu Bumi. Dia berdiri di depan wastafel. Mungkin 5menit setelah Atlas memasuki toilet tak lama masuk pula seseorang yang lain.
Mendengar tangisan pria kecil yang menangis tersedu sedu itu bumi lantas mengambil handphone nya . Mengirim pesan pada grup yang berisikan kedua teman nya itu. "Kalian ke bunda duluan. Gue ada urusan . Nanti nyusul".
setelah mengirim pesan kepada teman nya ia menghampiri salah satu bilik toilet yang menjadi tempat menangis pria kecil tersebut.
Mengtuk pintu pelan hingga membuat seseorang di dalam sedikit tersentak kaget. " siapa? Di dalam sini ada orang " Ucap yang lebih muda berharap bahwa seseorang di luar sana segera pergi.
Mendengar penuturan tersebut. "Mau sampe kapan nangis sendirian di dalem situ". Ucap bumi
Merasa familiar dengan suara di luar sana Atlas mencoba bangkit dan membuka pintu .
Disana berdiri seorang Bumi Pradyumna. Alasan nya menangis kali ini.
" kenapa nangis? Diapain lu sama temen lu itu spe nangis sendirian di toilet begini " . Pertanyaan yang bumi layangkan hanya mendapat Gelengan kepala sebagai jawaban.
"Yadah kalo emang bukan. Gausah nangis ta. " Bumi.
Mendengar penuturan yang lebih tua itu membuat airmata yang tertahan sedari beberapa saat lalu kembali keluar.
Dan bumi yang melihat itu. Lantas menarik ata dalam pelukan nya. "Siapa yang bikin lu nangis sampe begini? Bilang. Biar gue cari tu orang" ujar nya seraya mengelus punggi sempit pria kecil yang tengah dalam pelukannya itu.
.
.
..
Aloo aloo guysss
Candy is here^^
Kalian kangen anak ku?
Jangan lupa vocom ya^^
Happy ❣️
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romanceatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
