...

25 4 0
                                        

Mendapatkan apa yang ia cari bumi kembali berbalik berjalan menuju rumah yang semalam menampung nya untuk beristirahat.

Kembali memasuki pintu. "Cuci muka dulu ata abang udah siapin sarapan itu". " ada bubur kacang nya ngga abang? Ataa mauu sarapan sama bubur kacang" Bumi mendengar percakapan antara kaka beradik itu benar benar terasa hangat.

"Ayoo cepet cuci muka nya ataa" dan hanya dibalas anggukan lemas oleh sangat adik seraya berjalan menuju kamar mandi.  Oh dan jangan lupakan bibir nya yang sedikit cemberut karna bubur? Karna mimpi? Karna ngantuk?

Sedang Yanuar yang melihat bumi mengajak nya ke meja makan untuk sarapan. "Eh dari mana mi? " 'ini bang " ucap nya seraya memberikan bungkusan yang ia bawa.

Saat Yanuar tau apa isi dari bungkusan itu dia hanya tersenyum menatap bumi dan berbalik.

.

Tidak lama atha turun selepas mandi. Melihat bahu yang familiar duduk di kursi meja makan. Ia masih berfikir itu tamu yang hendak menemui abang nya.
Tetaapi sesaat ia mengetahu sia pria yang tengah duduk itu ia terkejut.
"Lohh ka bumii?" Itu adalah yang pertama kali ia ucapkan

Sedang bumi ia hanya tersenyum melihat atha yang terkejut sepereti itu.

" Ka bumi dateng jam berapa? Mau ke tempat ka harsa? Udah ada janji kah? Eh apa mau ketemu abang?" Pertanyaan demi pertanyaan yang terus keluar dar mulut keil atha membuat senyuman terukir di garis bibir Bumi.

Belum sempat menjawab , yanuar datang dengan masakan yang akan mereka santap ber tiga. "Loh kenapa kaet kan semalem yang anterin kau pulang kan bumi. Abang suruh nginep aja kasian udah malem bahaya" ujar yanuar menggantikan bui menjawab pertanyaan sang adik.

Mendengar hal itu membuat atha berfikir . Ia ingat dirinya memang ikut pergi bersama bumi ke panti menemui bunda dan anakk anak panti, tapi jujur ia tidak ngat bagai mana ia sampai rumah ingatannya terptus hanya sampai memasuki mobil untuk pulang.

Dia melamun hingga kena tegur oleh sang kaka "athaa gabaik melamun pagi pagi. Makan dulu sarapannya". Melanjutkan acara sarapan pagi yang memang agak mengganjal.
Rafa melihat kantong plastik di atas meja makan ia penasaran saat ia buka itu membuat mata nya berbinar "abanggg ini buat ata yaaa. Iii abang atha asayang abangg makasih abang"ujar nya. Saat ia sedang membua bungkusan itu "apa? Itu bumi yang beli barusan " jawab yanuar pada sang aadik.

Atlas melirik bumi. Matanya seolah meminta konfirmasi atau malu sepertinya itu bercamppur haha.
Dan bumi yanng menngerti akan hal itu hanya mengangguk "iya buat atha , buka gih terus sarapan  yang bener" mendengar hal itu atah tersenyum lega.

Membuka sarapan yang memang ia inginkan dan melajutkan sarapan bersama.






Alooo guyss candy is here^^
Demi apapun baru bisa balik buka acc ini
Gatau badann akuu lagi jelek ajaa sakit sakitan mulu bjill
Ini kapan athabum jadian jujur aku gatauuuu
Karna sketsa nya ilang . Inni bener bener lost dari tanggal yang sudah aku janjikan sama diri sendirii

Aaaaa.

Maapya aku curhat sedikit huhu..

Happy read meski sedikit.

Jangan lupa vocom

Lopyuuuu semua nyaaaaa
Racandy_

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Atlas. BumiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang