.
.
.
"Kaka ga sadar kah kalo kaka lagi menyebalkan? " ucap Atlas yang hanya mendapatkan gelengan kepala sebagai jawaban.
Memalingkan wajah nya menatap keluar jendela. Atlas yang sebelum nya khawatir akan dirinya terhadap bumi. Sekarang justru Atlas merasa kesal terhadap bumi.
Melihat hal itu bumi hanya senyum simpul.
"Masih sedih? ". Pertanyaan singkat yang bumi ucapkan. Itu menarik attention dari pria kecil di hadapannya.
Menunduk seraya menggelengkan kepala itu yang Atlas lakukan saat ini.
Sementara tangan bumi terulur untuk mengelus rambut yang lebih muda.
" Lain kalo jangan nangis sendirian dikamar mandi lagi. " ucap nya.
Dan hanya anggukan yang ia terima sebagai jawaban.
Tak lama handphone bumi berdering tar tanda Harsa menelpon nya.
Harsa ; Masih lama? Gue sama Hendra udah mau balik
Bumi ; Balik aja. Gue nanti otw sendiri
Seperti biasa telpon terputus sepihak. Jika bukan karna mereka kenal satu sama lain sudah dalam waktu yang lama. Tidak menutup kemungkinan bahwa setidak nya Harsa akan tersinggung. Tapi berbeda, karna mereka sudah seperti keluarga maka tidak ada yang heran dengan sifat atau sikap satu sama lain.
"Mau pergi ya ka? ". Itu Atlas yang bertanya.
" iya. Mau ikut? " bumi.
Sebentar
Itu bumi
Mengajak seseorang yang bukan Harsa atau Nendra pergi bersama? Aneh sekali
Bahkan jika kedua teman nya ingin ikut pun dia akan menolak nya mentah mentah. Tapi apa ini? Dia bahkan menawarkan lebih dulu untuk Atlas ikut pergi dengannya.
"Aku masih jam kerja ka. Lagi pun ka Harsa lagi gada di resto. Aku ga bisa pergi gitu aja" tutur nya.
Melihat bumi yang bungkam tidak melanjutkan pembicaraan membuat Atlas sedikit tidak enak hati. "Kalo pulang kerja ata masih bisa ga ka? ".
Terdapat sedikit garis bibir yang terukir di wajah pria dingin itu. " Gue tunggu lu balik ta. Gue di atas tempat Harsa. Kabarin kalo lu selsai kerja ". Tuturnya seraya bangkit dan berjalan meninggalkan tempat duduk nya semula.
.
..
..
Waktu berlalu. Harsa dan Nendra pun sudah kembali ke restoran. Sesaat mereka memasuki ruangan Harsa. Mereka berdua melihat bumi tengah berbaring di sofa.
" Tidur? " . Ujar Harsa. Dan hanya dihadiahi anggukan sebagai jawaban oleh nendra.
Tidak ada hal aneh menurut kedua nya. Mereka berfikir mungkin bumi lelah? Atau sedang bergelut dengan fikiran nya sendiri hingga tertidur di sofa ruang kerja harsa.
Waktu berlalu, sekarang sudah menunjukkan jam15.00 . Harsa menghampiri bumi "Lu ngga akan bangun? Sepet ni mata liat lu tidur mulu kaga bangun bangun. Kata lu mau ke tempat bunda" Ujar Harsa dengan bantal yang mendarat di wajah bumi tentu.
Suara bising dan kejadian itu membuat bumi perlahan membuka mata nya. Melirik ke arah Harsa tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Bumi bangun dan melihat arloji milik nya. Sekarang sudah sore sebentar lagi juga Atlas akan selsai jam kerja.
Pemuda itu bangkit dan berjalan ke arah toilet yang memang tersedia di dalam ruangan itu. "Lu jadi ke tempat bunda kaga sih bumi. Anak anak udah pada nanyain lu. " Lagi lagi Harsa. "Tadi gue sempet bilang juga sama bunda mi kata nya lu mau kesana. Takut nya bunda nunggu" ucap nendra saat melihat bumi keluar dari toilet dan merapihkan pakaian nya.
"Jadi.gue bentar lagi pergi ." final jawaban yang kedua teman nya dapat.
Aloo candy is hereee^^
Kalian kangen anak anak ku ndaa yaa?
Happy read❣️
Jangan lupa vocom.
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romanceatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
