..
.
Keheningan yang berlangsung lama hingga membuat bumi berinisiatif "seneng ga ta liat anak anak panti? " ntah lah pemuda ini biasa nya nyaman nyaman saja dengan keheningan . Tapi bersama pemuda kecil ini ia seperti tidak ingin keheningan yang lama menyelimuti kedua nya.
Anggukan antusia sebagai jawaban. "Seneng. Mereka lucu lucu pinter jugaa. Salut sama bunda sama pengurus yang lain anak anak nya jugaa. Ata sukaa deh hehe"
"Syukur kalo lu suka juga. Sama anak panti. "
Bingung untuk membuka topik satu sama lain. Kembali menatap jendela yang menampilkan jalanan malam.
Kembali bersandar pada sandaran kursi menikmati lantunan musik yang sebelum nya memang sudah di putar.
Lama perjalanan tanpa pembicaraan. Saat pria yang lebih tua menoleh ternyata pria kecil itu telah lelap jatuh dalam mimpi nya.
Kembali terangkat sudut bibir pada wajah bumi. Menggemaskan. Mungkin itu kata yang terdapat dalam pikiran bumi saat menatap Atlas yang tertidur .
Bumi pria dingin itu sekarang seperti mudah sekali mengangkat sudut bibir nya. Selain kucing mungkin dia menemukan hal lain yang mampu membuat sudut bibir itu terangkat dengan sangat mudah.
. .
.
Lama perjalanan hingga akhir nya sampai di kediaman Atlas . Bumi turun lebih dulu dan mulai membukakan pintu untuk Atlas. "Ata. Ataa bangun yuk dah sampe rumah" ucap nya seraya mengelus kepala pria kecil di depa nya.
Impulsif memang. Jika nanti canggung mungkin akan me jadi skenario yang sama seperti sebelum nya.
Perlahan Atlas membuka kelopak mata nya dan menatap bumi. "Eumm sampe? Udah sampe rumah ata? " perjalanan memang cukup jauh wajar jika kesadaran tidak secepat itu terkumpul saat dibangunkan.
Kembali tersenyum. Lihat lah bumi mudah sekali bukan dia tersenyum.
"Iya udah sampe ata." Memapah tangan Atlas untuk turun . Berjalan beringan mengetuk pintu .
"Eh udah pulang" Yanuar. "Ini ata ketiduran ya. Kayanya dia belum bangun deh bumi cuma melek doang haha".
" iya bang . Maaf baru sampe jam segini".
"Gapapa masuk dulu. Minum istirahat dulu. ".
Tidak ada penolakan seperti sebelum nya dari bumi. Ia menerima tawaran Yanuar untuk singgah . " duduk dulu. Abang anter ata ke kamar dulu. "
..
Duduk berdua bersama Yanuar dengan teh hangat yang di sajikan. Sedikit canggung tapi Yanuar sama seperti adiknya mudah sekali berbaur. Jadi mungkin perbincangan kecil sebagai pembuka obrolan itu tidak sesulit itu. "Jadi gimana kabar nya bumi selepas kecelakaan waktu itu? " .
"Baik bang. Abang sendiri gimana kabar nya? " Mengangguk dan sedikit terkekeh itu yang di berikan Yanuar sebagai jawaban. "Kaku banget bumi. Santai aja umur kita juga kaya nya ga beda jauh. " . Mengangguk.
"Jadi barusan abis darimana tumben malem banget pulang? ". " barusan abis ke panti bang. Kebetulan ketemu ata di resto jadi gue ajak. Skali lagi sorry ya bang"
.
"Aman. Kapan kapan kalo ke panti mampir kesini dulu siapa tau gue bisa titip kookies buat yang disana. "
"Iya bang. Sekalian gue mau pamit mau balik juga. "
"Kenapa ga nginep aja ? Ada kamar kosong. Lu sama ata udah jalan jauh cape pasti ata aja sampe ketiduran. "
"Gausah bang gapapa. Gue balik aja"
"Kaya sama siapa aja. Istirahat aja takut kenapa kenapa. Di jalan. "
Tidak ada argumen lanjutan hanya sebuah anggukan dari bumi untuk Yanuar.
.
.
...
Aloo aloooo
Candy is hereee^^❣️
Camat membacaaa
Jangan lupa vocom nyaa.
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romanceatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
