.

40 10 1
                                        

.

.

Waktu menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat.
Pria yang tengah berkutat dengan handphone nya itu melirik arloji nya dan segera bangkit. Merapihkan kan baju nya.

"Kemana?" Harsa. Pertanyaan yang jelas kepada bumi. Di sisi lain nendra pun memperhatikan.

"Mau ketempat bunda". Jelas nya. Dengan anggukan sebagai respon dari kedua teman nya bumi merapihkan beberapa barang milik nya.

" Gue sekalian cabut. Masih ada yang mau gue kerjain. "Itu Nendra. Mendengar hal itu sontak membuat Harsa ikut bangkit juga.

" yadah gue juga mau balik dah. "Final Harsa.

Tiga sekawan itu berjalan berdampingan. Saat sampai di bawah merek melihat beberapa karyawan yang memang sedang bersiap menutup resto.

" ka Harsa mau pergi kah? ".Itu atlas yang memulai pembicaraan . " iya mau balik gue. Kalian udah beres closing yok dah pulang. " Dengan jawban yang di berikan Harsa membuat keda sahabat itu tersenyum.

Disaat Harsa. Nendra dan bumi tengah berbincang soal titip menitip saran untuk bunda. Atlas dan jaga telah selsai closing resto dan berjalan keluar. Mengunci pintu.

"Udah ta?" Harsa. Yang di jawab dengan anggukan dan senyum ramah seperti biasa nya. "Yadah lu bedua balik dah istirahat. Kita juga mau pada balik. " Lanjut Harsa pada kedua orang sahabat itu.

Menatap yang lebih tua Atlas seolah bertanya lewat tatapan. Apa janji menemani bumi pergi masih berlaku atau bumi sudah lupa?

Seakan mengerti arti dari tatapan pria kecil di sebrang nya. Bumi berjalan melewat kedua teman nya "cape? Jadi ikut ga? ". Pertanyaan dan ajakan lembut dari seorang Bumi Pradyumna. Jelas membuat ketiga orang lain nya saling tatap.

Memiliki pemikiran yang sama Harsa dan nendra saling bertukar pandang. Apa ini bumi? Ngajak orang lain? Atlas? Kemana? Ketempat bunda bareng Atlas?

Sedang pria satu nya. Kemana? Ata? Ngapain? Bukannya seharian ini Ata lemes? Orang yang tadi?

Sedang Atlas yang di tanya seperti itu hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan ajakan bumi pada nya.

" ayo" satu kata yang jelasengajak Atlas pergi dari beberapa manusia ini.

Berjalan ke arah mobil bumi di parkir. "Pake mobil ka? Tumben jauh kah? " tutur Atlas pada yang lebih tua. "Ga jauh. Cuma emang bawaan gue aga banyak. " mengangguk sebagai jawaban. Kini mereka sudah duduk di dalam mobil milik bumi yang baru saja melaju dari resto.

Tidak ada percakapan berat di sana hanya bumi yang mengingat kan Atlas untuk ijin pada Yanuar.

Suara musik mengalun untuk memecah keheningan perjalanan mereka.

Tidak terasa kurang lebih satu jam mereka di perjalanan dan akhir nya sampai pada tempat tujuan.

"Panti? " Gumam Atlas.
Dan yeah bumi mendengar nya. "Mau ikut masuk?" itu bumi. Mendapatkan anggukan antusias sebagai jawaban.

Atlas dan bumi turun dari mobil hitam milik bumi itu dan berjalan ke bagasi untuk mengambil beberapa barang bawaan yang bumi siap kan. "Minta tolong bantu bawa ya ta".

" siap ka. Tapi ka kenpa sepi? Udah pada tidur? ". Heran Atlas.

"Lagi bantu siapin makan malem paling ta. Yu masuk. " Bumi.

Berjalan memasuki lorong panti . Lambat laun mulai terdengar suara suara tawa anak kecil. Riuh gelak tawa yang begitu hangat membuat sudut bibir bumi sedikit tertarik.

Atlas yang merasa antusias . Sesaat terkejut saat mendengar teriakan anak kecil "BANG BUMIII".

sang pemilik nama hanya tersenyum dang mengangguk.

Alooo candy is here^^

Happy read❣️
Jangan lupa vocom

©Racandy_

Atlas. BumiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang