..

43 7 3
                                        

.

.

.

Tempat asing memang tidak akan senyaman rumah sendiri.
Pagi ini Bumi sudah membuka mata bahkan matahari belum nampak bulat sempurna.

Dikamar yang asing ini ia merencanakan tubuh mengumpulkan kesadaran untuk beranjak. Melihat sekeliling dia masih tidak percaya bahwa hari ini ia terbangun di kamar asing. Rumah orang lain.

Bumi. Pria ini jarang sekali menginp di kediaman orang lain  . Semalam apapun ia berkunjung dia tidak menginap jika lain di rumah kedua teman nya itu.

Bangun dan beranjak. Bumi berjalan keluar membuka pintu dan terkejut karna berpapasan dengan yanuar . "Pagi. Masih pagi padahal mi kalo masih ngantuk tidur aja" Ucap Yanuar pada bumi. Dan "ngga bang . Emang biasa bangun pagi bang? " "iya. Begitu"

Sedikit perbincangan terhenti karna memang Yanuar yang aga sedikit sibuk pagi ini.
Bumi berjalan duduk di kursi yang menghadap langsung ke jendela luar. Dia sebenarnya sudah berpamitan pada Yanuar tadi. Tapi balasan dari pemilik rumah Nanti lah kita sarapan bareng bareng dulu.

Jadi disini bumi duduk di ruang tamu dengan segelas air mineral.

Sementara itu  . Atlas yang baru terbangun dari tidur nyaa berjalan dengan mata setengah terbuka "abanggg ataa mimpiii makann bubur kacanggg abanggg mauu" rengek si bungsu yang tidak memperhatikan sekitar.

Dan seseorang yang lain itu bumi mendengar hal itu sudut bibirnya kembali terangkat. Tersenyum.

Melihat Yanuar yang sedang sibuk di dapur bumi beranjak keluar rumah .

Entah lah tiba tiba kaki nya berjalan menyusuri komplek yang dia saja tidak tau. Untuk apa? Mencari bubur kacang?

Sedang Atlas dia masih duduk di depan pintu kamar nya dengan mata mengantuk itu.

Bumi berjalan menyusuri komplek dengan senyum tipis di sudut bibir nya. Dia tidak suka berisik apalagi itu rengekan tapi hal ini berbeda suara rengekan itu terdengar geli di telinga hingga menggelitik dan mengukir senyum. Bumi suka rengekan itu. Menggemaskan.

.

.

. Mendapatkan apa yang ia cari bumi kembali berbalik berjalan menuju rumah yang semalam menampung nya untuk beristirahat.

Kembali memasuki pintu. "Cuci muka dulu ata abang udah siapin sarapan itu". " ada bubur kacang nya ngga abang? Ataa mauu sarapan sama bubur kacang" Bumi mendengar percakapan antara kaka beradik itu benar benar terasa hangat.

"Ayoo cepet cuci muka nya ataa" dan hanya dibalas anggukan lemas oleh sangat adik seraya berjalan menuju kamar mandi.  Oh dan jangan lupakan bibir nya yang sedikit cemberut karna bubur? Karna mimpi? Karna ngantuk?

Sedang Yanuar yang melihat bumi mengajak nya ke meja makan untuk sarapan. "Eh dari mana mi? " 'ini bang " ucap nya seraya memberikan bungkusan yang ia bawa.

Saat Yanuar tau apa isi dari bungkusan itu dia hanya tersenyum menatap bumi dan berbalik.

.

Aloooo guyss
Candy is hereee^^

Kalian masi ingat anakku ngga?

Happy read❣️
Jangan lupa vocom yaa

©Racandy_

Atlas. BumiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang