.
.
Berjalan bersama memasuki ruangan. Yang langsung di sambut wanita ramah yang sedang memilah beberapa barang.
"Bunda" Hanya sapaan yang menandakan bahwa bumi hadir. Sedangkan yang lebih tua menatap pria yang sudah ia anggap keluarga sejak beberapa tahun ke belakang. "Baru datang nak?" ujar wanita itu.
Dan seperti biasa hanya anggukan yang ia Terima. Bumi memang seperti ini. Jarang sekali untaian kata yang bersambung panjang keluar dari bilah bibir nya. Tapi tunggu
Melihat seseorang yang asing. Bunda beranjak dari tempat nya menghampiri pemuda kecil nan manis yang juga membawa sesuatu.
"Selamat malam" canggung? Ia itu yang Atlas rasakan saat ini. Hingga hanya itu yang bisa ia ucapkan.
Tersenyum. Itu yang bunda selalu lakukan. Memberi senyuman hangat pada siapa saja yang ia temui termasuk Atlas.
"Manis nya. Sini biar bunda yang bawa. " ucap buda seraya mengambil barang bawaan yang Atlas bawa sejak tadi. "Belum pada makan malem kan? Kita makan sama sama ya bareng yang lain. " mendengar hal itu Atlas ingin menolak karna mungkin akan merepotkan. Tapi "iya nanti bumi sama ata nyusul. " ucap seseorang sejak tadi memperhatikan.
"Nama nya siapa nak? Ata ya. Nak ata makan bareng ya nanti. ".
" Atlas bu. Iya nanti makan sama sama. " jawab nya.
Bunda berjalan pergi meninggal kan mereka berdua. Di susul bumi yang tiba tiba bangkit dari tempat duduk nya.
"Mau kemana ka? ". Atlas.
" keluar. Mau keliling liat liat panti ga? " . Sekali lagi bumi mengajak seseorang . Atlas . masih seseorang yang sama untuk berkeliling. Bukan hal besar memang bagi sebagian orang. Tapi ini bumi dia sekedar untuk berpindah posisi saja memerlukan waktu. Ini berkeliling yang jelas memerlukan effort lebih.
"Mau." Mendengar jawaban dari pria kecil itu secara reflek sudut bibir nya sedikit melengkung.
.
.
Berjalan ber iringan melihat lihat panti. Tidak ada obrolan serius disini hanya memperhatikan sekitar. Hingga "ka. Kaka udah lama suka kesini? " Jujur saja rasa penasaran itu pasti akan ada di setiap manusia termasuk Atlas. Dan dari pertanyaan nya ia mendapat anggukan sebagai jawaban.
Berjalan. Dan berhenti di kursi di samping taman bermain. "Mau denger cerita kenapa gue suka kesini? “ bumi. Dan anggukan antusias Atlas.
" dulu gue pernah kecelakan. Terus bunda nolongin di bawa kesini. Dari situ gue. Nendra. Sama Harsa suka maen kesini" ucap nya.
"Ka bumi kenapa sering banget luka. Kenapa si? Gasakit emang? "
"Sakit. Tapi gue luka bukan karena gue mau ata. Nama nya juga kecelakaan. "
Mendengus sebal karna entah kenapa Atlas merasa kesal. Bumi ini malah menimpali ucapan nya. Tidak ada yang salah sebenarnya hanya saja Atlas tidak menyukai nya.
.
.
Alooo guyss^^
Hari ini up nya sedikit(
Happy read ❣️
Jangan lupa vocom.
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romanceatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
