.
.
.
Mendengus sebal karna entah kenapa Atlas merasa kesal. Bumi ini malah menimpali ucapan nya. Tidak ada yang salah sebenarnya hanya saja Atlas tidak menyukai nya.
Berjalan mengelilingi panti yang cukup luas. Sekarang Bumi dan Atlas duduk di taman bermain . Melihat sekeliling dengan tenang.
Hening beberapa saat melingkupi mereka berdua.
"Dingin? ". Satu kata yang keluar dari pria yang lebih tua. Dan hanya mendapat gelengan kecil sebagai jawaban. " ka bumi deket banget ya sama bunda sama anak anak panti? ".
Garis bibir itu terangkat membentuk sedikit sudut di wajah . Bumi melirik Atlas " mereka secara ga langsung ngajarin arti hidup buat gue. " tersenyum itu balasan yang bumi dapat dari pria kecil di samping nya.
"Ka bumi tiap minggu kah ke sini nya? "
"Ngga ta. Gue kesini dua minggu sekali itu kalo ga sibuk". Mengangguk. " kalo guee kesini lagi mau temenin gue lagi? " . Sejujurnya dia sedikit ragu berkata seperti itu. Ragu ragu bagaimana jika pria kecil itu menolak.
Tapi anggukan antusias dari pria kecil itu menghilangkan semua keragua nya. "Mau , Ata mau. Ka bumi nanti kalo mau kesini lagi ajak Ata tapi jangan dadakan ka. Ata pengen siap siap juga". Hangat . Hatinya menghangat melihat dan mendengar respon Atlas.
.
.
" yasudah sekarang masuk. Makan terus kita pulang biar ga kemaleman" .
Berjalan kembali kedalam bangunan yang sedang ramai. Saat memasuki ruang makan dapat dilihat anak kecil hingga remaja tengah asik menyantap makan malam mereka. "Abangg ayo makan" ujar beberapa anak disana. Bumi mengangguk berjalan dengan menggandeng tangan pria kecil ini.
..
Kini Bumi dan Atlas tengah duduk diantara anak anak dan makan malam di hadapan mereka. Saat tengah memakan makan malam "haloo ka" tiba tiba anak kecil mungkin usia nya baru 15th . Mendengar sapaan itu pria kecil ini tersenyum "haloo" jawaban ramah yang senantiasa ia berikan kepada setiap orang.
"Kaka pacar nya abang ya ka" mendengar pertanyaan yang mirip pernyataan itu jelas membuat Atlas tersedak . Dan bumi yang disamping nya segera mengambilkan air dan membantu menepuk tengkuk Atlas. "Ehh ka maaf maaf . Abang maaf pacarnya jadi keselek. Kaka aku minta maaf ya. " menunduk karna merasa bersalah. Atlas mengelus surai anak itu "iya gapapa. Kaka gapapa kok".
Sedang bumi yang menyaksikan seraya mengelus punggung pria kecil ini hanya tersenyum. Tanpa ia sadari beberapa hal itu di saksikan oleh bunda juga di depan sana yang ikut tersenyum.
________
Selepas makan malam bersama anak anak. Atlas dan bumi berpamitan kepada semua karna memang harus pulang.
" kaka kapan kapan main lagi kesini ya? Nanti kita main sama sama lagi. " ucap beberapa anak pada Atlas. "Iya bener. Abang lain kali ajak lagi pacarnya kesini. "
Dua kali. Ungkapan yang terdengar dari anak anak pada mereka berdua.
"Anak kecil tau apa pacaran pacarn. ".
" kaka pulang dulu yaa. Kalian belajar yang rajin kapan kapan kaka main lagi kesini. Byebyee"
..
Di perjalanan pulang dua insan ini hanya duduk diam di mobil ditemani dengan lantunan lagu dan langit yang terlihat cantik karna warna nya yang kelabu.
Keheningan yang berlangsung lama hingga membuat bumi berinisiatif "seneng ga ta liat anak anak panti? " ntah lah pemuda ini biasa nya nyaman nyaman saja dengan keheningan . Tapi bersama pemuda kecil ini ia seperti tidak ingin keheningan yang lama menyelimuti kedua nya.
..
..
..
Aloo guys candy is here❣️
Camat membacaa
Maafkan baru kembalii lagi sedikit kurang sehat hehe^^
Jangan lupa vocom
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romansaatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
