Di taman kota yang memang cukup ramai pengunjung . Ada satu pria yang hanya duduk sendiri di bangku taman . Menatap lurus pada sungai kecil di depan . Satu jam. Dua jam entah lah sudah berapa lama dia duduk di situ. Mengenakan Hoodie hitam dan celana jeans yang sedikit robek di bagian lutu nya , pemuda itu hanya diam. Tidak ada kegiatan atau hal apapun yang ia kerjakan di taman ini.
Dia Bumi. Bumi Pradiyumna . Lelaki berusia 25th yang mandiri. Bukan karna latar belakang nya tidak mampu tapi karna memang dia semandiri itu. Ada beberapa bisnis yang dia tekuni. Dia pria yang sepertinya sudah sangat mapan.
Dia bumi. Anggota sekaligus ketua geng motor Wineshoot . Geng motor yang terkenal di jalan raya. Tapi yang. Mereka tau bumi just bumi. Bumi pemilik jalan. Bumi pemilik arena. Bumi yang dingin. Bumi yang tidak toleran. Bumi yang ganas ketika berhadapan dengan musuh nya.
Tapi sedikit orang tau jika bumi ini adalah. Pria baik hati. Lembut penyayang bahkan sedikit melow. Mungkin semua ini tertutup oleh sikap dan wajah dingin nya .
.
..
.
...
Hari sudah mulai gelap. Bahkan matahari pun sudah hendak kembali ke tempat nya. Tapi Bumi Masi enggan untuk beranjak dari tempat duduk nya itu. Mungkin beranjak saat hendak membeli minum dan kembali lagi seperti semula.
Hening. Keadaan taman mulai sedikit hening, tidak seramai tadi. Meski Masi ada pengunjung tapi setidak nya tidak seramai tadi. Bumi menyukai hal seperti ini. Dia suka saat angin malam menerpa wajah nya, mungkin menenangkan bagi nya.
Memejamkan mata untuk merasakan terpaan angin pada wajah nya. Tak lama dia mendengar suara yang sedari beberapa hari yang lalu mengusik kepala nya. Bukan terganggu. Tapi Bumi mulai Candu . Dia suka mendengar bunyi suara itu
Bunyi gumaman kecil yang lambat laun menjai lagu yang merdu di kepala bumi. Meski bumi candu akan suara itu tapi itu tidak merubah posisinya sama sekali..
Waktu mulai berangsur gelap pengunjung taman hanya tinggal beberapa orang lagi. Dan samar samar bumi juga masih mendengar suara itu. Bumi semakin enggan untuk beranjak pergi dari taman karna dia merasa sangat nyaman , selain karna sunyi tapi juga ditemani seseorang secara tidak langsung melalui suara nya itu.
.
..
..
Bumi yang memejamkan mata di bangku taman tetiba membuka mata saat suara merdu tadi berubah menjadi teriakkan seseorang. "Jangan macem macem ya atau aku teriak." Pemuda kecil itu mencoba membela diri. Dia pria yang bersenandung itu atlas . Dia skarang seperti sedang di goda bahkan hendak di rampok dan di leceh kan oleh beberapa lelaki .
Atlas memang laki laki juga sama. Tapi atlas terlampau manis dan cantik hingga lelaki lain pun ingin memilikinya. Mau itu secara halus atau paksa.
Ada sekitar 6 orang lelaki aneh yang mulai menggangu atlas . Atlas ketakutan dia sudah sedikit gemetar ,tapi dia masih berusaha melawan. Tapi lelaki lelaki aneh itu tidak mau berenti. Bahkan ada yang dengan sengaja mengelus pipi atlas . Mereka tidak berhenti meski melihat atlas menangis. Sampai tetiba ”Lepasin dia. " Suara tegas milik seseorang menghentikan kegiatan lelaki lelaki aneh itu. Tidak langsung berhenti sempat "siapa lu suruh suruh gue berenti. " Tapi setelah pria aneh tau jika yang menyuruh itu dia mundur. "Gue yang nyuruh lu berenti. Dan pergi dari hadapan gue skarang atau lu tau akibat nya". Bumi berujar dingin.
Mereka pergi . Tinggalah Bumi bersama atlas .
Atlas menangis karna takut. Bumi yang tidak tahu harus apa karna dia bukan orang yang pandai merangkai kata untuk membuat hati orang lain senang atau semacam nya. Dengan sedikit ragu bumi melangkah dan secara reflek memeluk atlas sembari mengelus punggung nya.
"Uda udaa. Orang jahat nya Uda pergi jangan nangis lagi ya.' itu bumi yang menenangkan. Di awal atlas ingin berontak saat di peluk . Tapi setelah dia melihat Mata yang sama yang membuat nya penasaran dia hanya diam dan menangis di pelukan bumi.
Bumi membawa atlas untuk duduk di bangku taman sembari menenangkan nya. "Uda tenang belum? Minum dulu yaaa. Lain kali pulang kerja bareng sama pacar nya aja kalo mau diem lama di taman". Bumi berujar panjang sambil memberikan air minum untuk atlas. "Pacar siapa sih kaa" Atlas menjawab dengan nada yang aga sesegukkan . Atlas dan bumi masih ingat wajah masih masing karna bertemu di resto tadi meski tidak tahu nama masing masing.
"Yang tadi di resto bareng lu . Bukan pacarlu emang. Malem malem keluar sendirian bahaya" ujar bumi lagi "Yang tadi di bawah?" Atlas yang mulai reda dalam tangis nya balik bertanya "iya emang Mana lagi kayanya banyak banget. " Mendengar halitu atlas sedikit tertawa. "Itu jaga ka. Temen aku dari SMA makannya Deket juga. Dia juga punya pacar . Pacar dia tuh sahabat kecil aku masa iya aku mau hancurin persahabatan atau tali pertemanan sih" itu atlas menjelas kan. Padahal tidak harus juga hanya saja ingat atlas itu humble. "Berarti kalo sahabaat kecil lu ngga pacaran sama temen lu itu lu mau pacaran sama dia?" . "Ngga juga. Aku ngga suka jaga. Aku sayang jaga Uda kaya adik aku sendiri ka" mendengar hal itu bumi hanya mengangguk angguk kecil.
"Oh iya ka. Nama aku Atlas . Biasa sih di panggil ata biar gampang ." Atlas mengenalkan diri. Dan "Gue bumi. Bumi Pradiyumna . " Bumi yang menjelaskan secara singkat.
"Oh iya ka bumi. Makasi ya buat tadi. Uda nolongin ata. Ata mau pamit pulang dulu. Kayanya Abang Uda pulang deh."
.
..
..
Aloo guyss
Happy read❣️
Jangan lupa vote ny^^
©Racandy_
KAMU SEDANG MEMBACA
Atlas. Bumi
Romansaatlas yang memberitahu semua. dan bumi yang menjadi panutan untuk atlas itu sendiri. bumi luas tapi membingungkan hanya atlas yang mengerti. Dia dingin yang Hangat. Dia acuh Yang peduli. 'Atlas . as jm. #3LocalName (291123) #2YoonTop (091223) #3Lo...
