Chapter 12 : Jealous

1.9K 134 19
                                        

Faye Pov

Sudah dua hari aku tidak datang ke Cafe karena minggu-minggu ini aku cukup disibukan dengan kegiatan di Kantor. Atau kantor Ayah ku tepatnya, aku dipercaya untuk mengelola bisnis Hotel dan Pusat perbelanjaan milik keluargaku yang berada di sini.
Mengenai Bisnis Boutique, salon dan Cafe, itu hanyalah sampingan untuk mengalihkan rasa jenuhku.

Saat aku mengatakan untuk tinggal sementara di Indonesia Ayah malah merencanakan maksud lain yaitu menempatkan ku di Perusahaan nya sebagai CEO, padahal niatku datang kesini untuk menjalani Slow living di Bali pagi-pagi Joging di pantai, malam aku party, one night stand setiap minggu.

Ah, rencanaku gagal total, karena aku tidak bisa menolak permintaan Ayah
dan beginilah akhirnya aku terjebak dengan pekerjaan, tiga tahun pertama aku mulai jenuh dan berpikir untuk membuat bisnis kecil-kecilan yang sesuai dengan kepribadianku, Yaitu KECANTIKAN.

Karena aku senang merawat diri, aku membuat salon, disamping itu aku miliki Boutique karena aku sangat peduli dengan penampilan. coffee shop? tentu saja, karena aku suka minum kopi, dan aku tertarik dengan seni membuat kopi.

Bisa dibilang aku cukup sibuk, tapi mungkin sekarang tidak terlalu. Aku memilih beberapa orang kepercayaanku untuk mengurus beberapa bisnisku, mengenai Perusahaan Ayah. Aku memang tidak bisa melimpahkannya pada orang lain apalagi mengenai urusan deal dengan investor atau pemegang saham.

Setelah selesai meeting aku langsung masuk ke Kantorku di ikuti Charlotte yang sibuk menaruh berton-ton kertas perjanjian kontrak dengan perusahaan lain yang harus aku baca terlebih dahulu.

"Kamu gak bisa kasih saya nafas dulu apa?

"Bisa aja sih Bos, tapi lewat mulut mau?"Charlotte tak peduli dengan ocehanku dia kembali dengan tumpukan kertas yang lainnya.

"Yang sopan kalo ngomong, saya ini bos kamu loh"

"Bos macam apa yang ke kantornya senen kemis? Giliran karyawannya aja, suruh masuk tiap hari" Charlotte mengambil duduk di depan mejaku dan membuka lembaran-lembaran kontrak itu untuk dia periksa juga.

"gini-gini saya bisa bikin perusahaan ini naik lagi"

"Iya, soalnya Investor yang dealing sama Bos rata-rata silau sama kecantikan CEO nya. Padahal mereka gak tau kalo bos homosek" Charlotte menimpaliku dengan raut jengkel, seolah tidak terima dengan pernyataanku padahal memang iya. Kalau bukan karena aku yang disini pasti sekarang perusahaan Ayah sudah mati suri.

"menurut kamu Hamster lucu gak Char?" Aku bertanya pada Charlotte. entah kenapa pikiranku tiba-tiba teringat pada Yoko yang sudah hampir satu minggu lebih kami tidak bertemu dan mungkin saat ini Yoko masih berada di Beijing untuk mengikuti kompetisi debat mewakili Universitasnya.

"Lucu sih, tapi gampang mati. Mending jangan pelihara Hamster bos, Pelihara ani-ani aja" Sontak aku memukul kepala Charlotte dengan pulpen yang berada ditanganku.

"Kenapa sih? mau pelihara Hamster? emang bisa ngurusnya?"

"Saya punya Hamster, menurut saya sih lucu"

Aku menunjukan Foto Yoko pada Charlotte. Foto yang pernah aku ambil sendiri dengan kamera ponselku karena Yoko yang memintanya saat kami berada di Cafe.

 Foto yang pernah aku ambil sendiri dengan kamera ponselku karena Yoko yang memintanya saat kami berada di Cafe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang