Chapter 30 : Reset Button

1.9K 178 125
                                        

Faye Pov

Sesampainya di kampus Yoko, aku malah seperti orang bego yang tidak tau harus berbuat apa? Aku tidak bisa menghubungi yoko sama sekali, kebiasaan buruknya yang paling aku benci adalah dia selalu memblokir nomor ku saat kami sedang ada masalah seperti ini.

Aku berdiri di samping mobil memperhatikan lalu lalang mahasiswa dan berharap untuk melihat yoko diantara mereka. Beberapa mahasiswa memperhatikan ku dengan asing seolah aku ini alien dari planet lain, aku tidak menghiraukan mereka sama sekali, fokus ku saat ini adalah untuk bertemu yoko dan menyelesaikan masalah ini secepatnya.

Setelah agak lama, aku melihat teman yoko yang bernama Marissa. Aku menegakan tubuh ku dan begitu Marissa berjalan dari arah pintu keluar Fakultasnya.

Dia sepertinya menyadari keberadaan ku, dan tidak berapa lama Marissa sudah ada di depan ku dengan senyuman khas nya.

Dia sepertinya menyadari keberadaan ku, dan tidak berapa lama Marissa sudah ada di depan ku dengan senyuman khas nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gadis blasteran ini sempat membuatku penasaran dulu saat yoko pertama kali membawa nya ke cafe. Jujur saja dia termasuk kedalam tipe wanita yang biasa aku dekati, aku memang memiliki ketertarikan khusus pada cewek-cewek blasteran.

Untung saja dulu aku hanya penasaran sekilas dan tidak benar-benar tertarik , karena melihat Marissa hanyalah anak kecil yang seumuran dengan Yoko. My world is totally upside down, padahal dulu aku sudah wanti-wanti untuk tidak menjalin hubungan dengan wanita yang lebih muda jauh di bawah ku. Tapi lihatlah sekarang aku berdiri dengan gelisah mencari keberadaan seorang anak kecil yang membuat ku stress beberapa hari ini.

"Kak Faye?" Marissa menegur ku dengan suaranya yang lembut

"Where's yoko? Kamu gak sama yoko?" aku langsung bertanya pada Marissa yang kini berada di depanku

"she just left with ryujin.. "jawab Marissa

Shit! si ryujin sialan itu lagi, kalau saja dia bukan anak kecil sudah habis aku hajar. Tapi di umur ku yang setua ini rasanya tidak etis kalau aku berantem dengan anak kecil hanya untuk rebutan anak kecil.

Ridiculous

"kapan?" tanya ku lagi

"about an hour ago, I think"

"where are they going ??" aku tidak bisa menyembunyikan kegelisahan ku di depan Marissa. Mengetahui yoko pergi bersama ryujin mulai membuat perasaan ku tidak nyaman.

Mengetahui bahwa ryujin memiliki obesesi kepada yoko membuatku merasa tidak tenang, bukan cemburu aku hanya khawatir.

"I don't know, I don't bother to ask is not my business actually "

"oh, okay" aku mengangguk kecil, sebelum aku menyadari bahwa Marissa terlihat awkward dan seperti menyembunyikan sesuatu.

"do you want to tell me something?" aku bertanya penasaran, sebelum akhirnya aku menarik tangan Marissa untuk masuk kedalam mobil ku. Aku merasa ada yang Marissa sembunyikan disini.

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang