Yoko Pov
Dear God
Please save her..
I don't know how many tears I've shed today just for her breath. I cried for three hours along but she didn't even open her eyes.
I'm scared
I can't bear with these feelings, I'm totally broken now.
Faye, enough for sleeping move your ass and hug me now!
Hug me..
Please, open your eyes.
Faye masih belum membuka matanya, dia masih terbaring diatas ranjang ICU dengan napas yang konstan dan mata terpejam.
Aku sudah berjam-jam berada disini, melihat kebalik kaca itu berkali-kali berharap salah satu dokter akan memberi tahu kami bahwa kondisi Faye sudah membaik dan dia akan siuman dengan cepat.
Tapi kenyataan belum ada kabar baik sama sekali.
Aku tidak tahu bagaimana memahami situasi ini, bagaimana aku harus berada di kondisi yang benar-benar tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.
Semuanya terjadi hanya dalam sekejap mata, benar-benar seperti mimpi..
Mimpi buruk
Aku kini berada di ruangan Engfa dimana dia harus mendapatkan perawatan ringan setelah mendapatkan beberapa jaitan di dahinya akibat membentur dashboard karena kecelakaan itu.
Engfa menegaskan bahwa dia tidak terluka parah, dan bahkan saat ini pun dia masih mengkhawatirkan Faye sama seperti semua orang yang berada disini.
Mama, Papa, Charlotte kami semua berkumpul di ruangan Engfa dengan perasaan cemas berharap dan berharap bahwa Faye akan segera siuman dari masa kritisnya.
Aku masih menangis di pelukan mama, entah berapa milimeter kubik air mata yang sudah aku kucurkan hari ini. Sambil mendengarkan penjelasan Engfa bahwa sebelum masuk ke ruang ICU Faye sempat mendapat tindakan operasi darurat karena benturan hebat di kepalanya dan beberapa luka serius dari hantaman mobil yang peris mengenai sisi samping pintu kemudinya.
Engfa menelepon mama setelah Faye di pindahkan ke ruang ICU, kecelakaan itu terjadi di pagi-pagi buta saat Engfa dan Faye pulang dari club. Aku bahkan tidak tahu bahwa malam setelah mengantarkan ku pulang Faye memiliki agenda lain untuk pergi ke club bersama Engfa untuk merayakan keberhasilannya melamar ku.
Engfa bilang, mereka berdua berada di club sampai jam 4 pagi. Hanya minum dan merayakan kecil-kecilan pertunangan Faye malam itu dan sebagai farewel party karena Engfa setelah nanti menikah Faye mungkin akan jarang berada di club dan akan fokus menjadi Istri yang baik seperti yang Faye katakan padanya.
I bit surprised, she's getting serious about this.
Ayah dan Ibu masih dalam perjalanan menuju kesini. Engfa sudah menghubungi Kedua orang tua Faye lebih dulu saat dokter meminta izin untuk melakukan tindakan operasi sesaat setelah Faye memasuki ruangan emergency.
Aku tidak tahu sekacau apa perasaan Ibu dan Ayah saat sekarang. Mereka pasti kaget bukan main, aku tidak sanggup membayangkan wajah Ibu yang akan datang kesini dengan tangisnya yang membuncah melihat anak satu-satunya yang paling dia cintai terbaring tak berdaya di ruang ICU.
Tidak berapa lama Papa pamit sebentar untuk menelpon Ayah, menenangkan mereka disana bahwa Faye tidak berada sendirian. Papa dan Mama bersedia menjaga Faye sampai Ayah dan Ibu datang memastikan Faye mendapatkan penanganan yang tepat dan juga Papa juga sempat menanyakan pada dokter berapa lama Faye bisa melewati masa kritisnya.
Lalu aku melihat Charlotte yang juga menangis dalam diamnya. Matanya sudah sembab dan dia tidak pernah jauh dari Engfa sekedar membantunya ke Toilet atau membantu Engfa dengan apapun yang Engfa butuhkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]
FanfictionJatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me! Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
![DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]](https://img.wattpad.com/cover/378906307-64-k246998.jpg)