Faye Pov
I think I'm not going too far for sleeping white Charlotte and her hands are hugging me all night.
I'm just trying to comfort her in her sick condition, knowing that she lives alone here, and she just has me.
Don't get me wrong for taking care of her, I know clearly what the hell we are now. I care for her as my best friend, as my assistant, and do simple things as favored because Charlotte does the same things when I get sick too.
I know my place, I have Yoko with me. And the boundaries were very bold and clear.
I will never do anything with her, I'll keep myself for me, for Yoko.
The one that I love
Aku tidur semalaman dengan memeluk Charlotte diatas ranjang pasien. Mataku terbuka saat mendengar suara pintu ruangan di dorong oleh seseorang dari luar dan ternyata itu adalah suster yang datang membawa sarapan pagi untuk Charlotte dan juga beberapa obat untuk dia minum.
Charlotte masih tertidur lelap dalam pelukan ku, perlahan aku menarik tubuhku untuk bangun dan duduk diatas ranjang. Dan mengangguk pelan saat suster meminta izin untuk memeriksa selang infus Charlotte yang masih berisi setengahnya.
Aku menepuk bahu Charlotte pelan untuk membangunkannya. Dia langsung membuka mata dan menoleh kearah ku yang masih duduk disebelahnya.
"Char, sarapan dulu yuk. Abis ini minum obat" kataku.
"suapin"
"iya"
Aku kemudian beranjak dari tempat tidur, dan mengambil sarapan Charlotte yang tadi diletakan oleh suster diatas meja.
Charlotte perlahan duduk bersandar pada headboard, sebelum kemudian menerima suapan demi suapan makanannya.
"Aku bentar lagi balik ke Amerika, kamu harus cepet sembuh" kataku
Charlotte hanya mengangguk pelan, tanpa berkata apapun.
Aku mulai berpikir untuk menitipkan Charlotte pada Engfa. Maksudku Charlotte pasti akan mengalami masa recovery setelah sakit dimana kondisi tubuhnya belum stabil, dan aku berharap Engfa bisa ikut menjaganya selama kondisi tubuhnya belum benar-benar sehat.
Bagaimanapun Charlotte adalah aset perusahaan, pikirannya sangat brilliant, aku pernah bilang intuisi dalam bisinis sangat luar biasa atau bahkan Charlotte lebih pintar dari aku dalam mengambil keputusan.
Dan selama aku pergi ke Amerika, Engfa akan sangat membutuhkannya, itulah kenapa kesehatan Charlotte juga cukup penting.
Setelah sarapan dan minum obat, Charlotte memintaku untuk mengajaknya berjalan-jalan di taman sekitar rumah sakit untuk menikmati udara pagi.
Aku tidak keberatan menemaninya karena kebutulan Engfa belum datang untuk menjemputku. Rencananya hari ini aku dan Engfa akan kembali kerumah Yoko setelah aku mandi dan berganti baju terlebih dulu nanti dirumah.
Karena kondisi tubuh Charlotte masih lemah, aku membawanya menggunakan kursi roda menuju taman. Kebetulan aku belum minum kopi dan merokok pagi ini, kalau tidak salah di dekat taman ada minimarket kecil yang berada di area rumah sakit.
Mungkin ini minimarket yang sama dimana Engfa membeli kopi dan roko semalam.
Setelah sampai ditaman, aku meminta izin untuk membeli rokok sebentar. Charlotte langsung mengiyakan dan tidak butuh waktu lama aku cepat kembali dengan satu cup Americano panas dan satu buah sandwich untuk aku sarapan.
Aku duduk dikursi, sementara Charlotte duduk diatas kursi rodanya dengan sesekali tersenyum kecil saat melihat anak kecil yang berlarian di depan kami. Taman ini terbuka untuk semua pengunjung rumah sakit maupun pasien ada Playground kecil dan air mancur disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]
FanfictionJatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me! Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
![DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]](https://img.wattpad.com/cover/378906307-64-k246998.jpg)