Yoko Pov
"who told you to put a damn hickey on my neeeecckk!!" Aku berteriak kencang dari kamar mandi lalu berjalan keluar menghampiri Faye yang sedang duduk menghadap jendela membakar obor di mulutnya.
Aku lalu berdiri di depannya menunjukan sisi leher ku yang ternodai oleh tanda merah di beberapa bagian hasil hubungan haram kami semalam.
Dan pelakunya pasti Faye!
"-Faye kamu itu childish banget sih? Penting banget ngasih Hickey? Kalo di liat Ibu sama Ayah aku maluuuu" aku menggerutu kesal tapi Faye hanya tersenyum kecil sambil meniup asap rokok di udara.
"baru segitu udah heboh, aku merah seleher leher biasa aja" Faye lalu membuka sedikit kerah kemeja nya dan aku langsung di buat diam dengan tanda merah di leher Faye yang lebih meriah dari punya ku. Rame banget lehernya kayak pasar malem.
Ini bukan aku yang bikin kan?
Gak mungkin Princess kayak gitu, nggak, gak mungkin! Ini pasti konspirasi.
"itu pasti kamu abis kerokan???" aku mencoba denial dengan bersikap cool seolah tidak percaya.
"siapa yang mau ngerokin aku? Hantu?"
"gak mungkin aku dong, gak mungkin aku kayak gitu?" sanggah ku, sambil mencoba mengingat kembali kejadian semalam rasa-rasanya Princess gak mungkin Se brutal itu.
Kalaupun itu aku, pasti aku sedang di rasuki energy jahat atau setan di kamar ini.
"oke bukan kamu yang ngelakuin, tapi Irene" jawab Faye santai, dan langsung ingin ku bantai.
"HEH! Ngomong apa kamu barusan? Berani kamu nyebut nama cewek lain depan aku?" Aku melotot tajam kearahnya.
"Yoooo~ I know great sex can make you drunk sometimes, but do you remember how wild you rode my face all along the night? Just kiss my lips and the tastes will be like yours"
Shut the fuck up, my cheek's is start to burning now, you dumb!
"Faye stop!" Aku menahan malu sekuat-kuatnya dan merasakan pipiku panas membayangkan kejadian tadi malam yang sangat wonderful sampai-sampai sprei kasur basah dan kami banjir keringat padahal disini lagi musim dingin.
Damn, The princess is dead, now I'm whore, a totally whore.
Ingin menahan malu sambil salto tapi takut di kira aneh, akhirnya aku hanya bisa menutup wajahku yang sudah memerah dan meninggalkan Faye yang kini masih tertawa.
Aku tidak mau memperpanjang urusan, lebih baik aku membuat kopi untuk kami berdua tapi cangkir kopi punya Faye aku kasih sabun mandi.
Good idea!
Becanda
Aku gak mau jadi janda
Eh, kan belum menikah
Beberapa saat kemudian aku kembali menghampiri Faye dengan dua buah cangkir kopi di tanganku. Punya ku yang ada susunya.
"rokok, kopi calon istri~ Ahh, indahnya dunia gak pengen cepet-cepet pindah alam kalo gini" Omong Faye sambil merebahkan tubuhnya di kursi sambil melihat keluar jendela memperhatikan salju yang turun tipis-tipis berhambur seperti kapas.
"mau pindah alam kemana kamu? Ke neraka? Jangan buru-buru santai dulu gak sih?" candaku
"Damn, girl... Yoooo c'mon"
Aku ikut duduk di sampingnya sambil meminum pelan-pelan kopi ku dan membayangkan diriku sebentar lagi akan jadi istri CEO kaya raya, pewaris tunggal kerajaan bisnis ayahnya dan hidup bergelimang harta.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]
FanfictionJatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me! Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
![DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]](https://img.wattpad.com/cover/378906307-64-k246998.jpg)