Chapter 56 : Those Eyes

1.9K 222 89
                                        

Yoko Pov

When I said I liked it rough, I didn't mean is my entire life, god-damned!

Now My lovely fiance still in her role as sleeping beauty while I am just like hopeless Cinderella who trapped in tragedy.

Faye, please come back I miss you asshole!

Aku harus menangis dengan gaya apalagi biar kamu cepat bangun dan buka mata? Ini udah satu bulan dan kamu masih koma?

Seriously Faye?

How could you do this to meee???!!

Cepet bangun gak? Kita mau nikah bentar lagi!

Minimal bergerak dankasih aku tanda kalau kamu masih mau hidup. Aku gak mau jadi janda! It's too early, even though we're not married yet.

Semenyenangkan apa sih dunia kamu disana? Kenapa kamu gak mau bangun? Apa disana ada tujuh bidadari yang ngelayanin kamu? Apa disana ada tempat indah yang gak mau kamu tinggalin? Apa kamu gak sayang sama aku? Gak kangen kah kamu sama aku?

Tuhan, ini hanya bagian dari ujian kesabaran ku 'kan?

Iya kan?

I just want to be happy, nobody wants to be in pain. Can I have a rainbow without a rain?

It's so painful, I can't take this anymore, I really miss her.

Apanya yang pelangi setelah badai? Kenyataannya badai di hidupku gak selesai-selesai.

Capek

Gak expect kisah cintaku akan se tragis ini, setelah di tinggal tanpa penjelasan selama tiga tahun, sekarang malah di tinggal koma.

Sebenarnya aku boleh bahagia gak sih?

Cuma nanya aja, soalnya ujiannya banyak banget, secerah apa sih masa depanku nanti?

CAPEEEEEK!!!!

"Udah nangis nya?" suara Marissa terdengar dan menarik kembali kesadaran ku setelah seperkian detik melamun dan meneteskan air mataku untuk yang keseribu kalinya.

"Riss, Faye belum bangun"

"mungkin ini Karma kali Yo, dia banyak nyakitin hati orang"

"tapi kenapa  gue malah ikutan nanggung Karmanya? gak adil! Gue kangen Faye Riss" aku mengusap air mataku dan kembali memfokuskan pandanganku pada Marissa yang kini duduk di depan ku.

Marissa hanya menatapku datar sambil menyandarkan punggungnya di kursi Cafe. Hari ini Marissa berniat melihat keadaan Faye, tapi sebelum itu Marissa mengajak ku pergi keluar sebentar untuk menemani nya minum kopi dan juga dia membawa beberapa makanan untuk ku karena dia tahu satu bulan ini aku sudah kehilangan berat badan dan bahkan jadwal tidur ku berantakan.

Hari-hari ku banyak di habiskan di rumah sakit, menemani Faye hampir setiap malam, bergantian dengan Ayah dan Ibu, atau Engfa.

Ayah dan Ibu selama disini mereka tinggal dirumah lamanya, yang biasa di tempati Faye dulu. Charlotte masih datang kerumah sakit seminggu hampir 4 kali, entah itu bersama Engfa atau dia datang sendiri.

Hubungan ku dan Charlotte tidak dekat, kami hanya bicara seperlunya. Aku tidak begitu menaruh atensi atas keberadaan Charlotte lagi pula setiap Charlotte datang aku pasti sudah berada di kamar Faye jadi bisa dipastikan kalau Charlotte tidak bisa macam-macam.

Iya, aku masih possessive

Ck, si Charlotte Charlotte ini kenapa gak pacaran sama Engfa aja sih, biar hidupku tenang gitu loh.

"emang belum ada pergerakan sama sekali?" Marissa bertanya. Aku menggeleng lemah menatap kosong pada cangkir hot chocolate yang belum aku minum.

"belum, cuma nafas doang"

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang