Jatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me!
Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
Berjalan enam minggu usia kehamilanku, aku masih harus bertengkar dengan hormon juga sensitivitas terhadap bau-baun. Kata mama ini normal terjadi di trimester pertama kehamilan, I hope so. perutku sudah sedikit kembung tapi berat badanku belum bertambah secara signifikan, kalo lagi ngaca sambil telanjang malah kayak orang cacingan.
Setelah kemarin-kemarin aku sempat tantrum dan minta cerai, sekarang aku harus menghadapi hormon sialan yang tiap detiknya minta cium.
Oh my god! I crave for her touch in every single time! My whoremones are going too wild like I can dying if my wife is away for work.
Rasanya pengen ciuman terus sampe warga memisahkan, don't blame for being this way ini bawaan bayi ya aslinya aku lemah lembut dan pemalu being whore isn't my style actually.
Untuk mengalihkan pikiranku dari Faye, hari ini aku mengajak Marissa meet up karena kebetulan dia tengah berada disini sekalian mau pamer hasil keringatku yang sekarang sudah membesar segede helm bogo.
Aku memasuki dessert cafe tempat yang sering kami datangi saat kuliah dulu, Marissa sudah berada disana dengan tangannya yang sedari tadi sibuk membolak balik menu.
"Hiii bitch!!!!" sapaku dengan sopan, dan langsung melompat kecil untuk memeluknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yokoooo my dumbass bestie!"
"stop call me dumb! IPK gue diatas 3 ya, watch your mouth" belum apa-apa udah bikin emosi ini anak penjajah satu.
"why should I call you smart? when you lose your mind for marrying The worst problematic lesbian in the world" omongnya santai, entah bercanda atau serius tapi sepertinya dendam Marissa pada My Wife masih membara seluas api neraka.
I forget something from the beginning, Tuhan memang maha memaafkan tapi Marissa enggak.
"oh iya, itu hamil?" Pandangan Marissa mendarat pada perutku yang sudah terlihat menonjol keluar.
"bukan, ini asam lambung.." jawabku asal
"kok you lucu sih Yooo, buncit gitu kayak dino kuning"
"gak usah ngeledek deh, gue hamil aja cantik! Abis hamil juga nanti body gue pulen lagi... chill " I'm still extremely beautiful as you see babe.