Chapter 45 : Closures

2K 193 126
                                        

Yoko Pov

Setelah aku dan Faye mandi dan berganti baju di kamar masing-masing. Mama menggiring kami ke meja makan untuk sarapan.

Sesekali Faye menyuapi ku dan kami saling suap-suapan. Mama yang memperhatikan kami langsung memasang wajah heran.

Like what? Ada yang salah kah?

"are you two gonna make out in my dining room?"

"-in front of my salad?" omong mama, menghentikan aktifitas makannya dan melihat kearah kami berdua.

"maaaa, we just feed each other! what's wrong?" jawabku

"perasaan semalem kamu masih ketus-ketusan sama Faye, kenapa sekarang manja banget?"

"-fix, kalian semalem ngelakuin hal yang gak senonoh kan? Gak mungkin enggak"

Damn, my mam is really something!
Ini aku sama Faye masih di tuduh ngelakuin perzinahan kah? Astaga!

"tante kita cuma ciuman aja"

Dan Mulut Faye dengan lantangnya menjawab pertanyaan mama tanpa basa-basi. Aku langsung menyenggol lengannya cepat-cepat.

"babe!" Desisku memperingatkannya.

Ups!

Damn! I'm keceplosan!

Ini mulut ku gak bisa di kontrol apa ya?

Tapi sepertinya Mama maupun Faye cukup bisa mendengar apa yang barusan ku katakan.

Aku langsung terdiam, dan melipat bibirku rapat-rapat. Sementara Faye kini tersenyum girang kearah ku.

Mama mencondongkan kepalanya sekedar untuk memastikan apa yang baru saja dia dengar barusan.

"ekhem, so it's babe now?" My mom asking me with curious eyes. Oh, God! I don't know what to do. I think my fucking face is turned red now.

"bb-babi, maksudnya, babi guling enak kayaknya" aku cepat-cepat meralat ucapanku barusan.

Aku mencoba berkilah, walaupun aku tahu dari BABE ke BABI itu jaraknya sejauh ratusan kilometer.

Yaaa, namanya juga mulut kan kadang ada typo nya.

Iya 'kan?

Aku melirik kearah Faye sekedar untuk meminta pertolongan dari situasi ini. Tapi bedebah ini hanya menunduk malu-malu dan gagal menyembunyikan senyumnya yang jelas aku lihat sejak tadi.

Putang ina, ini boleh malu gak sih?

"terserah kamu lah honey, atur aja" Mama seolah mengabaikan alasan tidak jelasku dan lanjut memakan saladny.

"babe, it sounds good I like those nickname" Faye berbisik disebelahku

"shut up" desisku

"satu dunia juga tau kamu sayang sama aku" bisiknya lagi

"diem, atau aku kokop kamu" balasku

"boleh banget, ayo" Faye tertawa kecil kearah ku. Sementara mama hanya menghela nafas panjang dan mau tidak mau memperhatikan kami berdua.

***

Pagi ini Faye berencana untuk pulang kerumahnya, dan juga berencana untuk menemui Charlotte membicarakan masalah kemarin soal insiden jambak-jambakan itu.

Dia berusaha meluruskan dan menyudahi secara tuntas masalahnya dengan Charlotte. Padahal aku tidak keberatan jika seumur hidupnya Charlotte menganggap ku musuh, karena sebagai pusat alam semesta aku sudah bosan di cintai satu dunia.

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang