Jatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me!
Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"stop looking at me like that" Faye berkata ditengah fokusnya pada layar komputer yang sejak tadi dia pandangi dengan wajah serius.
"like what?"
"like I'm dinner"
"well, maybe I'm hungry" jawabku dengan tersenyum kecil kearahnya.
Faye hanya melirik ku dari sudut matanya, sedangkan tangannya masih sibuk menari diatas keyboard.
Sibuk banget my hesben, Ini serius princess di anggurin?
Dari semua hal-hal bedebah pada dirinya, Faye tetaplah menjadi satu-satunya orang yang sangat aku kagumi, ada banyak hal yang membuatku merasa beruntung memiliki Faye bersamaku saat ini.
Duh, semoga saja aku tidak menjadi milea yang memuja pacarnya setinggi langit tapi ditinggal begitu saja tanpa kejelasan.
Amit-amit jangan!
Have you ever met someone that was a sunshine in the human form? A Sunshine mixed with a little hurricane and tornado. I think Faye is the definition.
She is a demon in angel skin, but she made me feel free to walk in hell and burn myself alive. It was like I completely took all my consequences for loving her with my whole heart, and my whole life.
Aku tidak menyangka satu gelas es kopi dingin bisa membawaku pergi sejauh ini. You know what? Satu tahun yang lalu aku memesan kopi di sebuah Cafe random yang berada tidak jauh dari kampus ku.
Dan seorang barista keren mencuri perhatian ku sejak hari itu, Dia seorang wanita, dia tinggi, dia cantik tapi memiliki sisi masukin yang sulit di jelaskan. Tapi dia begitu cantik sangat-sangat cantik, dari seluruh wanita cantik yang ada dibumi baru kali ini ada yang bisa membuatku berubah orientasi.
Aku tidak memiliki riwayat menyukai segender sebelumnya, tapi orang yang aku pikir barista itu sukses membuatku menanyakan orientasi seksual ku sendiri,
sejak hari itu...
On that day when I saw her at the cafe, she never left my mind and I couldn't stop thinking about her almost all the time.
I've been attached, the feeling flows like a river and I'm drowning, so deep.
I was like about doubting my sexuality, I feel like I'm a sinner. I think it's a negative way to like a woman when you know you're straight to the bone.
I'm so curious about myself, but more curious about her.
Day by day, time by time the curiosity is getting bigger, I came to the cafe almost everyday. Just to see her presence across the table, she's never noticed me nor even looked at me she's always busy with herself and I was too shy to approach her.