Chapter 19 : Surprise Motherfuker!

1.6K 167 31
                                        

Yoko Pov

It's been there weeks and almost one month.
What the hell is this?
Where have you been Faye?
Ini kamu meninggal apa di culik alien? Apa kamu udah hilang dari bumi kah?

Ini serius aku di beginikan? cewek seimut dan sesecantik aku harus berkelahi dengan kesedihan?
I swear to God! If you were to die just fucking die! Don't ever bother coming live again!

I'm done!

Bercanda.

Like I said, I just feel tired and so exhausted of her, I'm not giving up easily I just take my time to fix my heart and reconcile it

Soal Faye, biarin aja dulu nanti kalau waktu nya udah tepat, aku akan kembali datang dan akan ku obrak-abrik hidupnya.

Just wait for me babe.

Now, I have Ryujin with me, not as girlfriend we just close to each other like close friend.
I don't put any feelings for her, If Ryujin assuming more than that, it's her problem not mine.

Aku tipe orang yang kalau suka sesatu, hanya bisa fokus pada hal itu saja. And I can't see to another way, no one can distracted me from Faye.

Aku tidak bermaksud bermain-main dengan Ryujin, aku sudah mengatakan dari awal bahwa aku memang single but not available, and she just waiting me to move on.

How can I move on? I have never been in a relationship with her before.

"I can't believe it! You became a trending topic in our university Yo!" suara Marissa datang tanpa intro kemudian langsung duduk di kursi sebelah ku.

Aku dan Marissa hari ini janjian di sebuah dessert cafe, untuk sekedar girls time dengan makanan-makanan lucu di cafe ini.

"what a topic?" aku mengerutkan dahi mencoba mengingat riwayat prestasiku di universitas.

"bukan, bukan soal prestasi.." Marissa melanjutkan.

"terus apa?" aku sedikit penasaran.

"kamu di gosipin pacaran sama Ryujin" kata Marissa dengan mata penuh ekspresi.

Gak kaget sih.

"wow, kreatif juga ya mereka gue bahkan gak tau kalo gue pacaran sama Ryujin?" jawabku santai dan tidak tertarik dengan berita yang dibawa Marissa.

"So, are you really dating Ryujin?" Marissa mencoba mencari tahu jawabanku dengan spesifik.

"Nope, kita gak pacaran" jawabku sihgkat

"but you seem close and spend time together very often these days "

"lu sama gue sering bareng dan deket tapi gak ada yang ngira kita pacaran " aku menjawab sarkas.

"b..but, Ryujin kan wlw sedangkan I bukan"

"apakah dua orang wlw yang temenan bisa disebut pacaran? Dimana korelasinya Bule?"

Aku mengoreksi persepsi Marissa yang terlihat seperti orang pendek akal, kalau orang lain yang berasumsi seperti itu mungkin masih bisa aku toleransi. Tapi ini Marissa!

orang yang aku anggap paling besti, bisa-bisanya misunderstanding sama temen sendiri?

"it's okay, kalo enggak"

"..emang you gak mau sama ryujin?" Marisa kembali bertanya, seperti tidak puas dengan jawabanku.

Huh! banyak nanya ini bule satu, aku lakban juga mulutnya.

"enggak"

"why? she's cool right? cakep gitu.. Anak band lagi" Marissa mengangkat sebelah alisnya, bersikap seperti sales marketing yang seolah-olah tengah menawarkan ryujin kepadaku.

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang