Chapter 38 : Make it up to You

2.1K 198 106
                                        

Yoko Pov

I have nothing to say but ANJING dude!
Why the hell Faye datang kerumah ku malam-malam? Komedi macam apalagi ini? Kenapa bajingan sialan itu masih punya muka untuk menginjakan kaki dirumah ku?

Ugh, walaupun semalam aku sudah mencaci maki nya habis-habisan rasanya aku belum puas. Dendam ku sudah terlanjur membara kalau belum melihat dia mati di neraka aku belum puas.

Otak ku overheat rasanya kalau di hantam beban pikiran seperti ini terus-terusan. Aku sudah memasuki semester-semester akhir kuliah, tugas praktek dan penelitian semakin menggila di tambah Faye datang kembali kehidup ku lama-lama aku nya yang gila.

Well, it's my fault for falling super hard at someone, after I burst out all my anger towards her and kicked her out of my house that night. I stupidity ran to my room and cried so loud.

I never denied this feeling, deep down in my heart I miss Those eyes, I miss her.

But for the things she made me, I fuckin' hate her.

I wish I could go back to the time when the first time I met her, I would just stay home.

And us never happened.

Aku tengah berjalan cepat menuju pintuk keluar kampus saat Marissa menginfo kan lewat telepon bahwa dia tengah berada bersama Charlotte di parkiran kampus.

Setelah semalam Faye datang kerumah, sekarang malah calon istrinya ingin bertemu dengan ku, akan ada hal mengesalkan apalagi sih ini?

Setelah sampai di parkiran, aku melihat Marissa dan Charlotte berdiri di samping mobil dengan wajah mereka yang sama-sama tidak santai.

Marissa terus memandangi Charlotte dengan deathly eyes dari sudut matanya, sementara Charlotte bersandar di samping mobil dengan menyilngakan kedua tangannya.

Biar aku tebak, pasti Marissa sudah lebih dulu mengkontfrintasi Charlotte sebelum aku datang.

"what's  going on here? Ngapain kamu kesini?" Tanyaku dengan nada tajam saat sudah mendekat kearah mereka berdua.

"aku butuh ngomong sama kamu Yoko" Charlotte menegakan tubuhnya begitu melihat ku.

"listen Mrs Marlon, kita gak ada urusan, mending kamu pulang" Kataku sarkas.

Cih, Mrs Marlon. That's should be me bitch! Not you!

"can we talk, please. Aku butuh ngobrol sama kamu soal Faye"

"Aduh, apalagi itu makin gak mood gue!"

"udah yo, iya in aja. Biar dia cepet pergi muak gue liatnya" Saran Marissa.

Aku menarik nafas dan memutar mataku.

"oke sebentar aja, gue gak ada waktu" ketus ku.

Marissa lalu meninggalkan ku untuk lebih dulu masuk ke mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat aku berdiri sekarang.

Kini hanya tinggal aku berdua dengan Charlotte, kedua tanganku terlipat rapih di depan dada ku sedangkan Charlotte berdiri tegak di depan ku dengan tatapannya yang terlihat santai.

Santai lah, calon istri CEO masa mau insecure sama bocah tengil kayak aku?

"Yoko, saya tahu Faye semalem kerumah kamu kan?" Charlotte langsung bertanya tanpa basa-basi.

"Iya" jawabku singkat

"Yoko stop for recognizing me as your enemy, kita sama-sama korban disini, aku diem aja saat Faye selingkuh sama kamu sementara kita udah progres mau nikah"

"-aku gak pernah buka mulut dan ngerusak hubungan kalian, karena aku tahu cepat atau lambat semuanya pasti  kebongkar" omong Charlotte.

"Ya iyalah kamu diem-diem aja, orang kamu pasti di nikahin kok. Mau Faye pacaran sama 10 orang pun posisi kamu tetep aman" saut ku.

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang