Yoko Pov
"who asked you to kiss my fucking lips!!!??"
Aku mendorong tubuh ryujin dengan kencang, kemudian mengehentakan kakiku meninggalkan backstage.
seusai kejadian di atas panggung itu aku langsung menghilang dan berlari menuju backstage, ryujin mengejarku dan kami sempat berdebat sebelum akhirnya aku kehilangan kesabaran dan menampar ryujin dengan kencang.
as a princess, it's not good to slap her cheek and be rude like this, but I can't stay anggunly with her behavior
dengan perasaan kesal, marah dan campur aduk, aku tidak ingin mendengarkan apapun dari mulut ryujin dan semua alasan-alasannya.
"Yo, I'm sorry I just can help my self.. I really like you yoko" ryujin masih mengejarku menarik tanganku untuk berhenti.
"your feelings towards me isn't an excuse!" aku masih mencaci ryujin dengan segenap amarahku, dan menatapnya dengan tidak percaya. Aku kecewa, marah, benci, merasa di bohongi.
your kiss is gone wrong ryujin, you did kiss my lips just to satisfy your feelings without any consent it's way too much!
is not professional and is not ethical.
"where are you going?" ryujin masih menahanku.
"gue mau pulang! let go of my hands ryujin, don't ever touch me!" aku mendelik kearahnya dengan tajam.
"Let me sent you home, biar aku anter kamu pulang" ryujin masih mencoba menahanku.
"gak usah! aku pulang naik anjing!" aku mengabaikan tawarannya.
"..fuck you! fuck your band! I'm leaving!"
Aku mengempaskan tangannya dan pergi meninggalkan ryujin yang mungkin masih masih merasa bersalah.
Aku berjalan keluar gedung aula melangkah dengan cepat menuju parkiran.
gak suka gak suka!
gak gak gak gak!
enggaaaak!
sembarangan banget ryujin mencium bibirku di depan banyak orang, meskipun manusia-manusia di disana menyambutnya dengan riuh tepuk tangan dan bersorak senang tapi aku sama sekali tidak bangga, aku malah menganggapnya sebagai sebuah pelecehan.
Aku yakin kejadian malam ini pasti akan menjadi tranding topic besok.
Yoko Apasra the most outstanding student of the University has been kissed by Shin Ryujin.
Apa jadinya Mahasiswa se berprestasi aku menjadi viral satu kampus hanya karena insiden kokop-kokopan.
is not an achievement, and is not an ethical.
Aku berjalan menuju parkiran mobil, untuk mencari mobilku. sedikit lama berputar-putar sampai akhirnya aku ingat, jika malam ini rencananya ryujinlah yang akan mengantarku pulang.
aku berdiri sejenak dan berpikir untuk menelepon driver ku dirumah, hingga akhirnya aku melihat kejutan lain di depan mataku dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Charlotte, aku melihat wajah Charlotte yang tertawa bersandar disamping pintu mobil dengan kedua tangan menangkup pipi seseorang di depannya.
Sungguh pemandangan yang sangat manis, tapi membuat hati ku langsung iritasi.
Dan oknum yang saat ini kulihat tengah bersama Charlotte adalah Faye.
Iya itu Faye, meskipun dari arah belakang aku hafal bentuk punggung nya, aku tahu warna rambutnya, aku masih ingat gesture tubuhnya, semua tentang dirinya dan aku yakin orang yang kini Charlotte cubit kedua pipinya itu adalah Faye.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]
Fiksi PenggemarJatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me! Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
![DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]](https://img.wattpad.com/cover/378906307-64-k246998.jpg)