Chapter 4 : She called me Yoko Apresiasi

1.9K 160 12
                                        

Can anyone give me some applause? I just win my best achievement today.
Here I am, Yoko! just have my crush sit with me and we've early dinner perhaps.
it's almost 5:00 PM too early to have dinner, but let's say it just lowkey unofficial first date for me and faye.
I can't believed it!

I can't believed it!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Makanan yang kami pesan sudah datang, Faye langsung menyantap makanannya tanpa berkata apa pun, terlihat sudah terbiasa dengan tempat ini bahkan dia bisa mengomentari bahwa cream sauce nya terasa sedikit encer.
She has table manner, sebelum mengakhiri makannya Faye menaruh garpu dan sendoknya di atas piring dengan cara menyilang sebelum kemudian menyesap lemon squashnya.

"pastanya agak overcook, ini mereka lagi nge hire chef baru ya? kok gak biasanya banget deh?"
Faye berkata sedikit kecewa dengan pesanannya.

"seems like you regularly in here?"
Aku menimpali sambil menyuap kembali carbonara yang masih penuh di piringku, Aku bahkan tidak tahu bedanya dimana.

"I am, yaudahlah ya nanti saya komplain"

"tapi abis?" aku terkekeh

"laper" balasnya singkat.

Faye melirik jam tangan rolexnya kemudian kembali menatapku.

it's Rolex!?

Sorry, not to mention that Barista can have it, but It's that serious? She has a Rolex???

"kamu masih lama nggak? saya mau ngerokok dulu di luar"

Faye mengeluarkan sebungkus rokok dan korek dari dalam tasnya. Restoran ini memang memiliki desain yang persis seperti di tempat asalnya, ada ruang indoor dan outdoor. di bagian luar untuk smooking area langsung berhadapan dengan trotoar dengan jalur pedestarian yang cukup luas tidak begitu ramai karena ini weekend dan restoran ini berada di area gedung perkantoran.

"udah kok, ayo aku temenin" kataku buru-buru menyudahi makan dan bangun dari kursi.

Diluar Faye langsung menghidupkan rokoknya, menyilangkan kaki dengan elegan pandangannya lurus kearah jalanan dan orang yang lewat. Aku memperhatikan setiap tarikan nafasnya dan hembusan asapa rokok yang keluar dari hidung serta mulutnya. Asapnya mengepul tipis tertiup angin dan terurai.

"ehm.. kak, kita bisa kenalan secara resmi?" tanya ku ragu.
Faye melirik ku kemudian mengulurkan tangannya.

"Faye" katanya singkat tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di stasiun.

"Yoko"

"Yoko Apasraa" sambungku, aku tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum she's so fucking hot ! smooking hot! with her cigarettes on.
The eyes, The eyebrow, her hight, her hand her finger are slender , long and big she's so giant!

kami berjabat tangan untuk beberapa detik, aku bisa merasakan tangannya yang lembut menyentuh kulit ku, It's my first time I can touch her.

"Are mixed or?" Faye mengangkat sebelah alisnya.

"I'am half Thai, Chinese, and Vietnamese" jelasku.

sekarang dia tahu lebih banyak tentangku, sebuah kemajuan.

"Saya kira kamu Jepang"

"enggak, iseng aja kali papa aku ngasih nama Yoko hehe"

"so how about your name? gak mungkin Faye aja kan?" sambungku lagi, I just being curious.
She held her cigarettes for a moment then put it down on the ashtray.

"Faye Raya Melati"

So beautiful name, I can't imagine how could If I call her Melati ? 😭

"Melati... "

"Ya Apresiasi?" Jawabnya tersenyum.
She has a joke.

"Apasraaa!!" aku refleks mencubitnya kesal, dia terkekeh kecil sebelum mengidupkan kembali rokoknya yang kedua. She loves cigarettes so much huh?

"Jadi kamu mau nanya apalagi, mumpung saya ada waktu buat jawab penasaran kamu. anyway it just service to a loyal costumer ya jangan minta lebih"

"kamu udah punya pacar?"

wow! she glared at me with questioning eyes.

"kamu homoseks ya?" bukannya jawaban aku malah balik dilempari pertanyaan.

"enggak juga, tapi sekarang kayaknya iya"

Yoko! you're so shameless and brutally honest, how can you said that with the women you had crush on!??

bodo amat! I WANT I GET IT!

"Jesus! padahal muka kamu kayak orang bener" Faye menggelengkan kepalanya seperti tidak percaya.

"emang kenapa? nggak boleh? makannya aku tanya kamu udah punya pacar apa belum? kalo udah, pacarnya cewek apa cowok?" kataku to the point. aku tidak suka basa-basi.

"kalau saya punya pacar terus pacar saya galak dan dia gak suka pacarnya di deketin anak kecil kayak kamu gimana?"

"aku bisa berantem kok!"

"lagian aku bukan anak kecil I am 21 years old!" aku menegaskan, Faye memperhatikan ku sejenak menghela nafasnya dengan tatapan datar.

"I am 30 years old young lady, you have no attitude for insist on me" katanya

"age it doesn't matter" I said confidently.

"what if I am straight?"

"you have responsibility for make me gay, so I'll make you gay to"

don't talk shit ma'am I know you are not, I can see the gay vibe in you, Though I am not gay in the first place.

"you are unbelievable Apresiasi"

And you make lost my control Faye.

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang