Chapter 29 : War is continues

1.7K 165 98
                                        

Yoko Pov

Motivasi awal ku untuk mencintai nya apa ya? Kok bisa aku se tolol ini sekarang?
Kok bisa aku tetap welcome dengan tingkah nya yang kayak setan itu?

Aku kira sabar aja cukup, ternyata perlu ngamuk juga. Awas ya kamu Faye sekali lagi kamu kayak gitu, beneran aku mau pergi dari bumi!

Gak suka gak suka gk gk gk!

God, why did you create her with perfect goddess beauty but with Lucifer behavior?

She's so cruel and evil

But, still Faye..

I don't care how complicated this gets, I still want you.
Maybe I deserve someone else but here I am, still want you with all pieces of my heart.
How bad you try to tear my heart apart, I will still forgive you.
I broke my rules for you, for you I'll risk it all.

I choose you, and I'll choose you over and over, without a pause without a doubt, in a heartbeat I'll keep choosing you.

You are the one that I loved the most you pieces of shit!

Aku masih terbaring di tempat tidur Faye dengan memeluk tubuhnya yang masih tertidur tenang. Memperhatikan wajah si bangsat ini dengan penuh penghayatan seolah-olah dia adalah sosok sempurna tanpa cela yang sengaja di utus ke bumi untuk membuat ku jatuh cinta.

Tapi kenyataannya wajah manusia ini lah yang membuatku jadi gila semalam. Thanks untuk Orm atas info nya yang sangat bermanfaat, kalau saja Orm tidak memberitahu ku bahwa Ling dan Faye pergi ke Club, mungkin saat ini aku masih mengurung diri di kamar sendirian sementara Faye sedang asik dengan wanita lain di club yang mungkin dia bawa pulang.

Aku sedikit merasa bersalah karena beberapa kali memukul dada nya menggunakan Sling Bag ku, tapi dengan semua yang telah dia lakukan she deserves a welcoming hit from my new channel bag.

Faye terlihat membuka matanya dan langsung menoleh kepadaku dengan wajah kaget.

God morning bastard, enak tidurnya? Mimpi apa kamu? mimpi di datengin malaikat pencabut nyawa nggak? kalau iya, itu aku lagi nge prank kamu.

"kamu yoko?"

"kamu buta?"

Faye tidak menjawab, malah menangkup pipi ku dengan kedua tangannya.

"oh iya, yoko"

Aku tidak tahu bahwa efek alkohol bisa membuat pikun. Sepertinya Faye mabok berat semalam, setelah kami bertengkar hebat di parkiran dan dia mengucapkan satu kata yang...

Oh my god!
The words that I'm dying to hear.

Tapi mengingat semalam dia mabuk, aku jadi meragukan keaslian nya. Apakah dia mengatakan itu dengan sadar? or it just under the influence? and being impulsif?

Entah kenapa aku tidak begitu senang meskipun suara Faye bergema di parkiran saat mengatakan dia mencintai ku, malam tadi.

Dia sedang mabuk, dan kami sama-sama dalam emosi yang tertekan, tolong yakin kan aku bahwa Faye benar mengatakan nya dengan sungguh-sungguh.

Aku membuka selimut yang menutupi kami dan bangun dari kasur untuk mengambil kan nya air dan Pain Killer dari atas meja. Faye menyandarkan tubuhnya di headboard memperhatikan ku dengan sesekali menyipitkan matanya sekedar menahan rasa sakit di kepalanya.

Faye langsung terjatuh limbung di samping mobil sesaat setelah dia memeluk ku.

Coba bayangkaaaaan! Badannya yang setinggi patung Liberty ini harus aku seret sendirian masuk kedalam mobil!? Apa tidak babak belur badan princess?

DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang