Yoko Pov
Ah~
Semua yang aku rencanakan berjalan mulus dan sesuai ekspektasi. Memang butuh usaha keras di awal untuk meraih sesuatu yang berharga, Aku dan Faye mulai cukup dekat dan akrab satu sama lain.
We has texting each other and talk in the phone casually. I greeted her every morning when I woke up and sometimes I randomly sent her a picture to.
Aku akui Faye sangat sibuk dengan perannya jadi unserious CEO dan beberapa bisnisnya yang lain. Aku hampir tidak pernah melihat dia melakukan hobi apapun selain bekerja dan mencari uang. Menjalin komunikasi intens dengan Faye dan sudah berani menanyakan dia sedang dimana atau sedang apa membuatku sedikit tahu beberapa kegiatannya.
seperti, dalam satu minggu dia akan ke kantor dua sampai tiga hari kemudian pulang semaunya dan lanjut ke Cafe atau mengunjungi Boutique dan Salon nya sekedar mengecek laporan keuangan atau mengevaluasi kinerja Karyawan-karyawan.
Faye juga pernah sampai pulang larut dari kantornya dan meeting sampai malam untuk mempersiapkan annual event perusahaan yang katanya itu adalah event penting.
Aku sendiri selalu punya waktu untuk menemui Faye entah itu di Cafe atau Datang kerumahnya, tapi tidak untuk datang ke kantor aku malas liat muka Charlotte.
Bukannya aku tidak punya kegiatan, aku juga sibuk kuliah dan masih rutin melakukan pilates 3 jam perhari dari rabu sampai jumat.
Kadang aku masih aktif ikut seminar kampus atau sekedar hang out cantik dengan Marissa.
Look, kami memang sama-sama sibuk kan? emang paling bener kalo nanti pacaran weekend kita nya check-in aja.
Faye hampir mendekati sempurna seperti karakter-karakter fiksi di Wattpad. CEO muda yang kaya raya dan banyak gaya. Tapi sayang karakter fiksi di Wattpad itu tidak ada yang suka musik koplo.
I really like you Faye, no matter how hard it is I'll wait and make it real.
"Honey, Faye ada rencana kerumah gak hari ini?" Suara mama terdengar dari dalam kamar, dan aku lihat mama tengah berdiri di samping pintu kamarku yang memang terbuka.
"nggak tau ma, emang kenapa?"
Aku mulai merapihkan tugas-tugas kuliah ku diatas meja dan berjalan menghampiri mama.
Mama sudah pasti tahu bahwa aku dan Faye sekarang sudah semakin dekat, karena aku yang memberitahunya. Respon mama sih seneng-seneng aja yang penting gak hamil.
"mama mau minta di potongin rambut"
Jawaban Mama nyaring dalam hening ruang kamarku.
"Ma, dia bukan tukang cukur!" Aku mengoreksi.
"katanya dia punya salon?"
"iya tapi kan dia bos nya, masa iya datang kerumah kita cuma buat potongin rambut? Mama datang langsung ke salon nya aja deh"
"oh, kirain bisa?"
"emang mama pikir Faye tukang cukur keliling yang suka bawa gunting kemana-mana?" Aku menggerutu tidak terima.
"chill honey I'm just joking around" mama tersenyum kecil, dan menariku untuk duduk di sofa.
"..Kamu itu kalo udah bucin sama orang keliatan banget tau nggak? Mama malu sendiri kadang-kadang" sambung mama sambil mengelus lembut rambutku seperti anak kecil.
"emang keliatan ya ma?" aku bertanya sedikit malu.
"liat kalo Faye main kerumah, pengennya nempel terus kayak koala, lagian sejak kapan sih kamu belajar masak kalo bukan buat Faye?"
"how did you know??" aku keheranan, dari mana mama tau padahal aku belum cerita apa-apa.
"bekas nya gak pernah diberesin" tukas mama dengan nada datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]
FanficJatuh cinta pada Lansia tengil ternyata semenyenangkan itu ya. Faye Raya Melati, you're dead of me! Our age difference it doesn't matter babe, Aku akan mencintaimu secara terang-terangan, dan ugal-ugalan, kamu harus tau bagaimana rasanya di cintai...
![DIE WITH SMILE [FAYEYOKO]](https://img.wattpad.com/cover/378906307-64-k246998.jpg)