Bab 33 - Tak Terduga

376 29 0
                                        

Tak Terduga


"Um ... sekarang, kita harus bagaimana?" Pertanyaan Talitha itu membuat Nathan yang sedari tadi memperhatikan Jia yang bermain boneka di pangkuan Talitha, mengangkat tatapan ke wajah Talitha.

"Maksudmu bagaimana, Ta? Bukankah kita hanya perlu melakukan apa yang biasa kita lakukan biasanya?" balas Nathan.

"Tapi, bagaimana kita akan menjelaskan ini pada orang tua Kak Juna?" Talitha tampak cemas. "Jika mereka tahu Jia memanggil kita Papa dan Mama, mereka tidak akan bisa menerima itu."

"Aku akan mengurus itu," Nathan menenangkan Talitha. "Jangan khawatir tentang itu, Ta."

"Tapi, meskipun itu kau, bagaimana kau akan menghadapi mereka?" Talitha justru tampak semakin khawatir.

"Talitha, apa kau lupa siapa aku?" Nathan mengangkat alis. "Bernegosiasi adalah hal yang biasa kulakukan dalam pekerjaanku. Bahkan meski aku harus memperebutkan hak asuh Jia dengan mereka, aku bisa memastikan jika kita akan memenangkan hak asuh Jia. Dan jika itu terjadi, mereka juga yang akan dirugikan. Mengingat rekam jejak parenting mereka, aku bisa membuat mereka tidak bisa menemui Jia. Dan mereka tidak akan bisa melakukan apa pun tentang itu."

"Ah ..." Talitha tampak lega. "Aku benar-benar bersyukur karena kau adalah orang yang akan menjadi suamiku dan papa Jia." Gadis itu tersenyum.

Nathan bahkan tak bisa menyembunyikan reaksinya karena kata-kata gadis itu. Di depan Talitha, mendengarkan kata-kata gadis itu, wajah Nathan memerah.

"Nathan, apa kau baik-baik saja? Wajahmu merah." Talitha tampak khawatir.

Gadis itu mengulurkan tangan ke wajah Nathan, tapi Nathan memalingkan wajahnya.

"Talitha, perlu kau tahu, tapi ini adalah reaksi yang wajar jika orang yang kau sukai mengatakan hal seperti yang kau katakan tadi," Nathan menjelaskan.

"Ah ..." gumam Talitha sembari menarik tangannya. "Kau ... menyukaiku ..."

Nathan tercabik antara ingin bersembunyi karena malu atau memeluk Talitha karena gemas. Namun, ia tahu, ia tak bisa melakukan keduanya.

"Apa aku juga tampak seperti itu?" tanya Talitha.

"Apa?" Nathan menatap gadis itu kaget.

"Karena aku juga menyukaimu, apa aku juga tampak seperti itu?" tanya gadis itu dengan polosnya.

Oh, Talitha tak akan tahu bagaimana Nathan harus menahan diri untuk tidak mencium bibir gadis itu karena pertanyaannya.

***

"Aku takjub dengan persiapanmu," celetuk Evita begitu mereka duduk di salah satu kursi di restoran itu. "Aku bahkan sempat mendengar jika kita harus memesan tempat dari jauh hari jika ingin makan di restoran ini."

Miko mengangguk. "Ini adalah restoran favorit untuk pasangan. Bahkan, tidak sedikit orang yang melamar pasangannya di restoran ini. Tempat ini disebut sebagai restoran paling romantis untuk pasangan."

Evita mendengus tak percaya. "Kuharap kau tidak akan melamarku di sini. Karena aku pasti akan menolakmu."

Miko tergelak, mengejutkan Evita.

"Aku benar-benar harus bekerja lebih keras karena kekasihku memiliki standar lebih tinggi dari orang lain," ucap pria itu.

Well, dia tidak salah.

Dan sepanjang makan siang, pria itu terus menanyakan pada Evita tentang selera Evita, mulai dari makanan, pakaian, warna, hingga tempat liburan. Evita hanya menjawab asal untuk membungkam pria itu, tapi pria itu tak berhenti bertanya.

The Baby's ProjectCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang