Guys Gheisha belum bisa update dulu ya🥺🙏🏻selama Natal aku belum bisa nulis soalnya sibuk banget.
Aku lanjut di bulan besok atau tahun depan ya😁🤣maaf ya😘
dapet salam dari Gheisha katanya 'yang sabar🤣'
***
Senyum miring terlihat jelas di wajah seseorang di ujung tembok kelas dekat gerbang,. Semua kejadian yang terjadi didepan gerbang sekolah sana terdengar jelas di pendengarannya, hal itu membuat senyumnya semakin tampak lebar dengan sebuah ide yang baru terlintas.
"Kenapa gak dari dulu gue tau hal ini." ucapnya pelan.
Ada untungnya juga ia terlambat pulang hari ini, karena hal itu dirinya mengerti sesuatu yang akan menguntungkannya nanti. Akan ia pastikan kali ini ia akan berhasil menyingkirkan cewek sialan itu lihat saja akan ada sebuah kejutan tak terduga dari nya, tunggu sampai waktunya nanti.
Setelah melihat semuanya dengan jelas baru ia beranjak pergi dari sana, senyumannya masih terlihat bahkan semakin lebar sambil mengambil ponsel lalu mengetik sesuatu dan mengirimnya ke salah satu nomer yang akan ia mintai bantuan. Beres! Tunggu sampai semua informasi yang akan ia dapatkan dari suruhannya, baru setelah itu ia lakukan rencananya.
ting
Tak butuh waktu lama, nomor yang tadi ia suruh langsung mengirimkan informasi yang dirinya mau lengkap dengan nomer telfonnya. Tanpa menunggu lama ia membaca pesan itu dengan teliti, alisnya terangkat satu dengan tersenyum miring.
"Perlukah gue telfon sekarang?" tanyanya pada diri sendiri.
"Halo, siapa?" ucap seseorang dari sebrang telfon.
Mendengar itu membuatnya tersenyum miring sebelum menjawab, "Gue punya penawaran buat lo."
Seseorang di telfon tersebut tampak terdiam cukup lama, namun suara disekitarnya masih terdengar jelas seperti nya dia sedang berada di dalam mobil.
"Siapa lo?" ucapnya setelah beberapa saat terdiam.
"Lo akan tau gue nanti, kalau lo terima tawaran gue."
"Tawaran apa yang lo maksud?"
***
"Van kamu gak ke kantor?" tanya Risa saat melihat suaminya masih duduk bersandar diatas kasur dengan laptop di pangkuannya.
Rivan mendongak saat mendengar suara istrinya ia ternyum menatap Risa, "Aku lagi pengen dirumah, ambil libur hari ini. Ya walaupun masih ada yang harus aku kerjain." jawab Rivan.
"Capek ya pasti bantu urusin perusahaan Papa?" tanya Risa sambil menatap sedih Rivan, tangannya terulur untuk mengelus kepala suaminya. Ada rasa tak enak melihat Rivan yang tampak kelelahan bekerja membantu mengurus perusahaan Papanya, dari pagi sampai malam bahkan kadang juga harus lembur.
"Enggak sayang gapapa, kalau bukan aku kan siapa lagi? Leon masih sekolah belum bisa bantuin Papa, aku juga kan udah seharusnya buat bantuin perusahaan Papa. Kasihan juga kalau Papa urusin semuanya sendiri, aku dikasih kepercayaan buat urusin perusahaan Papa juga udah bersyukur." ucap Rivan sambil berdiri bergantian mengelus pucuk kepala istrinya dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gheisha
Teen Fiction"K-kak, kak Rivan mau apa?" Punggung Gheisha menubruk dinding dibelakangnya, sungguh tubuhnya sudah bergemetar ketakutan melihat kakak iparnya semakin mendekat kearah dirinya. Apalagi melihat tatapan kakak iparnya yang berbeda dari sebelumnya. Ia h...
