Part|| 35

305 10 5
                                        

"Emm Rivan pasti suka." ucap Risa sambil mencicipi ayam kecap yang ia masak untuk suaminya.

Segera ia menaruh semua masakan kesukaan suaminya yang sudah selesai ia masak di atas piring. Risa tersenyum puas menatap berbagai macam masakan yang sudah tertata rapi di atas meja makan, ia langsung membuka apron berwarna cream nya itu lalu segera menghampiri suaminya untuk sarapan bersama.

"Wihh habis masak nih banyak bener? Pasti untuk suami tercinta." ucap Anggun berniat menggoda anak perempuannya.

"Mama.." rengek Risa merasa malu dengan ucapan mamanya. "Iya mumpung Rivan lagi libur kerja hari ini." jawab Risa.

"Ohh Riban lagi libur? Tumben." tanya Anggun heran karna biasanya Rivan akan libur jika Daren suaminya juga libur.

"Iya katanya lagi pengen dirumah terus mau libur dulu jadi Risa masakin masakan kesukaan Rivan aja, pasti dia capek bantuin urusan perusahaan papa."

"Giliran papa yang capek aja kamu gak pernah tuh masakin."

"Mama kan istrinya masakin aja sendiri. Haha.." tawa Risa sambil berlari meninggalkan Anggun menuju kamar miliknya dan Rivan.

Anggun yang melihat itu hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anaknya yang masih berperilaku seperti anak kecil.

Risa membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan karena berlari, menghela nafas sebentar lalu tersenyum lebar sambil membuka pintu kamarnya.

"Sayang!"

Panggil Risa sembari berjalan masuk matanya menatap seisi kamar namun tak menemukan keberadaan suaminya. "Apa Rivan di kamar mandi?"

"Rivan? Kok gak ada." ucapnya kala tak menemukan Rivan di kamar mandi.

"Perasaan tadi dia bilang gak akan ke kantor. Apa Rivan pergi ke halaman?" bingung Risa.

Saat hendak mencarinya keluar kamar matanya tak sengaja melihat laptop Rivan yang masih menyala di atas ranjang.

"Pasti lagi banyak kerjaan di kantor sampai laptop nya di biarin nyala terus." monolog nya sambil mendekat kearah laptop untuk membersihkannya.

"I-ini?.. Ghe-Gheisha? Kenapa Ri-Rivan nyimpen foto Gheisha sebanyak ini." kaget Risa saat melihat banyak sekali foto foto Gheisha didalam laptop milik suaminya.

"A-apa.." Risa menutup mulutnya tak percaya. Tangannya sudah bergetar hebat melihat ada foto Gheisha yang sedang memakai baju, semuanya berisi gambar gambar adiknya yang di foto secara diam diam.

Tubuh Risa lunglai ke lantai rasanya tulang tubuhnya sudah tak mampu menopang lagi karena terlalu shock dengan apa yang ia lihat. Air matanya pun sudah jatuh dengan derasnya.

"Jadi.. Se-selama ini?" nafas Risa memburu dengan pikiran yang sedang mencoba mencerna apa yang ia lihat ini.

Masih mencoba untuk mencerna apa yang sedang terjadi tiba tiba suatu ingatan muncul dimana saat beberapa tahun yang lalu ketika Rivan dan Gheisha terlihat seperti berciuman itu terjadi, ia mengingat wajah adiknya yang begitu terlihat ketakutan dengan air mata yang mengalir deras di pipi.

"Enggak kak, kak Rivan bohong aku yang jadi korbannya hiks aku yang dilecehin sama dia aku yang hampir aja di per..."

"Enggak pa, kak Rivan bohong disini aku yang dilecehin sama dia. Hiks dia yang..."

"Tapi aku nggak salah pa, aku hiks aku yang jadi korban disini..hiks."

"Kak, hiks kak Risa percayakan sama Gheisha? Ghe gak kayak yang kak Rivan bilang, dia yang..."

"Tapi Ghe, gak salah kak. Ghe gak ngelakuin itu."

"Gheisha beneran gak ngelakuin itu kak. Tolong dengerin penjelasan Ghe dulu."

GheishaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang