Gheisha berjalan dengan terburu buru, wajahnya tampak terlihat gelisah namun bibirnya menyunggingkan senyuman tipis. Pikirannya menebak nebak apa yang akan terjadi ketika nanti ia sudah sampai didepan dan bertemu dengan kakaknya, perasaannya terasa tak karuan antara takut dan senang walau didalam hatinya ada harapan yang besar saat mendengar Risa datang mencarinya, semoga ini adalah hal yang baik.
Langkahnya semakin melambat saat sudah hampir sampai di gerbang, dengan nafas yang sedikit memburu Gheisha meyakinkan dirinya sendiri sebelum benar benar melangkah lebih mendekat kearah gerbang sekolah.
"Apa dia berbohong?" ucapnya pelan bertanya tanya pada dirinya sendiri saat tak menemukan keberadaan siapapun didepan gerbang sana. Mungkin saja siswi itu berbohong kan?
Pandangannya menatap sekeliling yang tampak sangat sepi tak seperti biasanya padahal saat ini adalah jam istirahat, matanya bergulir kearah tempat pak Anton biasanya berjaga namun ada siapapun. Gheisha menelan ludah nya pelan merasa sedikit aneh dan perasaannya tak enak, hatinya berkata untuk cepat pergi dari sana.
Namun Gheisha masih diam cukup lama berfikir untuk pergi dari sana atau mencari kakaknya yang mungkin berada di luar gerbang. Pandangannya menunduk menatap gerbang yang tidak terkunci, dengan ragu Gheisha membuka gerbang sekolah dengan perlahan.
Dengan langkah pelannya Gheisha berjalan melewati pintu gerbang yang sudah ia buka sedikit, matanya menatap segala sisi dengan rasa takut dan harap secara bersamaan. Merasa tak mendapati siapapun di sana segera Gheisha berbalik untuk masuk ke dalam sekolah lagi, ia merasa tak aman saat ini apalagi ia benar benar sendiri disini. Baru saja ingin melangkahkan kakinya kedalam mata Gheisha tak sengaja melihat Rivan yang sudah berdiri di ujung pagar dengan tubuh yang ia sandarkan sambil melipat tangannya di dada.
Tubuh Gheisha menegang panik dengan mata bergetar merasa takut saat melihat keberadaan Rivan, dadanya berdegup kencang merasa situasi semakin tak aman apalagi dengan tatapan Rivan yang tampak menyeramkan. Dengan keadaan sekitar yang entah kebetulan tampak sepi atau memang semuanya sudah terencana karena kedatangan pria itu.
Rivan sendiri hanya menatap Gheisha dengan senyum kecilnya merasa senang, kelinci nya datang dengan mudahnya.
Rivan melirik sekilas orang yang menatap mereka di ujung lorong kelas lantai dua dengan bibir tersenyum miring, pandangannya kembali kearah gadis yang sedang menatapnya ketakutan itu. Ah, itu tampak imut.
Katakan saja jika dia sudah gila, tapi Rivan sudah tidak peduli sama sekali gadis yang didepan nya ini harus menjadi miliknya bagaimana pun caranya akan Rivan lakukan. Jika kalian mengatakan dia gila maka Rivan akan menjawab, iya aku gila karena gadis kecil itu.
Rivan membasahi bibirnya masih dengan tatapan yang tak lepas dari tubuh Gheisha, ah gadis itu akan menjadi wanita nya sebentar lagi. Membayangkannya saja semakin membuatnya tak sabar membawa gadis itu dan menerkamnya saat itu juga.
Gheisha seketika panik ketakutan ketika Rivan mulai melangkah menghampiri dirinya, dengan gerakan cepat ia berlari menjauh ingin menuju pintu gerbang yang masih terbuka sedikit. Mulutnya terasa kelu saking paniknya bahkan Gheisha sama sekali tak sanggup hanya untuk berteriak minta tolong. Bohong! Pasti ia dijebak dengan alasan kak Risa mencarinya agar ia pergi keluar.
'Lalu sekarang bagaimana?' panik Gheisha dengan pikiran yang berantakan tak karuan. 'Huh, sedikit lagi..' batinnya berseru.
Tinggal selangkah lagi Gheisha melewati pintu gerbang tangannya sudah ditarik Rivan sambil menutupi mulutnya, ia sama sekali tak bisa melawan kekuatan Rivan yang menariknya menuju mobil pria itu. Bahkan Gheisha baru saja kembali dari rumah sakit dan baru mulai bersekolah, tenaga nya belum sekuat itu untuk melawan pria tidak waras ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gheisha
Fiksi Remaja"K-kak, kak Rivan mau apa?" Punggung Gheisha menubruk dinding dibelakangnya, sungguh tubuhnya sudah bergemetar ketakutan melihat kakak iparnya semakin mendekat kearah dirinya. Apalagi melihat tatapan kakak iparnya yang berbeda dari sebelumnya. Ia h...
