Part|| 34

325 12 2
                                        

"Makan yang banyak sayang!" ucap Gemma saat melihat Gheisha yang tampak tak minat menatap makanan didepannya.

Gheisha langsung menoleh menatap Gemma yang sedang menatapnya mendadak ia menjadi kikuk sendiri saat mendapati ternyata mereka semua sedang menatapnya juga. Gheisha menggaruk jidatnya yang tak gatal sambil meringis pelan, ia menatap mangkuk Nara dan yang lainnya bahkan sudah habis tak tersisa.

Ia menunduk sambil menatap mangkuk baksonya yang masih terisi penuh, hanya sedikit yang sudah ia makan. Gheisha ingin makan tapi perutnya terasa mual saat ia mulai memakan nya sedikit, kata Kevin juga memang efek samping kemoterapi yang ia lakukan akan membuatnya mual dari kemarin juga ia sama sekali tak bisa makan.

"Ghe, kenapa?" tanya Nara, ia pun heran dari tadi Gheisha hanya memainkan makanan nya, bahkan makanannya tak terlihat berkurang sama sekali.

Gheisha diam sesaat sambil menggigit bibir bawahnya bingung, tak mungkin ia bilang jika ia mual dan tak nafsu makan yang ada mereka bisa berpikiran yang bukan bukan. "Emm aku tadi sebenernya udah sarapan banyak di rumah, terus sekarang masih kenyang."

Nara menaikan alisnya sedikit tak percaya tapi setelahnya ia tetap mengangguk percaya, mungkin saja memang benar.

"Beneran?" Gheisha hanya mengangguk saat Gemma bertanya memastikan lagi. Gemma menghela nafas berat pacarnya ini tampak semakin tak baik baik saja, tubuhnya tampak sangat kurus.

"Ya udah nanti baru makan lagi kalau sekarang masih kenyang." baru sebentar tangannya mengelus rambut Gheisha, tangannya langsung di tepis dengan cepat oleh sang empunya.

Gheisha menatap panik tangan Gemma yang baru saja menyentuh rambutnya lalu beralih menatap muka Gemma yang tampak terkejut dan bingung akan tindakannya.

"A-aku belum keramas kak." jelas Gheisha sambil menunduk saat yang lain juga ikut menatapnya bingung.

"Emang kenapa? Aku gak masalah." Gemma hendak menyentuh rambut Gheisha lagi namun kali ini kepala Gheisha langsung mundur menghindari.

"Kenapa?"

"Rambut aku bau kak." jawab Gheisha cepat.

Gemma mengerutkan alisnya heran dengan tingkah pacarnya yang seperti tak biasanya, bahkan tangannya masih terangkat didepan. Saat akan menarik tangannya ia terhenti saat melihat beberapa helai rambut di tangannya, Gemma langsung menatap Gheisha yang sedang mengalihkan pandangannya kesana kemari menghindari tatapannya.

"Rambut kamu rontok?" tanya Gemma.

Gheisha sendiri langsung tegang sendiri sambil melipat bibirnya kedalam mencoba agar tak terlihat gugup, pandangannya jatuh kebawah menatap sepatunya ia sangat takut dan gugup sekarang harus mencari alasan apalagi ini.

Menghela nafas pelan sebentar sebelum mengangkat pandangannya lagi menatap Gemma dan yang lainnya yang ikut memperhatikan beberapa helai rambut di tangan Gemma.

"Aku kan kemarin sakit, j-jadi aku gak keramas selama itu k-kayaknya rambut aku rusak deh jadinya rontok." gugup Gheisha.

"Masa iya sebanyak itu Ghe?" tanya Nara sambil menunjuk helai rambut di tangan Gemma.

"Lah iya banyak banget itu rambut lu yang rontok Ghe." sahut Fiyan yang juga kaget melihat lumayan banyak helai rambut di tangan Gemma apalagi kalau tadi Gemma hanya mengelus nya sebentar itu pun pelan.

GheishaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang