29. towards the end

263 21 4
                                        

Keesokan harinya, hari mulai menjadi sibuk. Mark, Renjun, Jeno, dan Haechan sudah berada di agensi sejak jam 4 dini hari.

Sedangkan Jaemin, Chenle dan Jisung... Mereka tengah bersial untuk berangkat ke agensi.

"Jisung~ah... Kau yakin tidak papa?" gumam Jaemin.

"Aku tidak papa! Ayo selesaikan hari ini dengan senyuman!"

Chenle dan Jaemin yang mendengar itu lantas terkekeh pelan. Jaemin menatap Jisung penuh arti.

"Konser ini bukan yang terakhir," gumam Jaemin pelan.

Jisung lantas terdiam, ia mencoba mencerna apa yang baru saja Lelaki itu katakan. Apakah itu berarti Jaemin sudha membaca catatannya tadi malam?

_____

Mereka kemudian berangkat ke agensi. Tak lama, hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai.

Setelah sampai, mereka langsung bersiap-siap, yah... Waktu tak tersisa banyak.

Jisung tengah duduk melamun sambil menatap sekeliling ruangan yang begitu ramai.

2 orang staff datang menemui Jisung.

"Jisungie, kau yakin kali ini?" gumam salah satunya.

"Yakin? Tentang apa?" balasnya kebingungan.

"Emm... Permisi, tolong kurangi aktivitas anda, saya sedang memasangkannya loh..." ujar seorang lagi.

Yah, apalagi... Tentu saja alat-alat yang dibutuhkan untuk memfasilitasi keberlangsungan acara __seperti ear dan banyak lainnya__

"Jisungie, nanti akan ada kembang api, mampu sorot dan sebagainya. Kau yakin bisa melewatinya?" Seorang manager datang menghamp Jisung.

"Tidak tahu, aku baru saja meminum obat... Aku rasa semua akan baik-baik saja."

Manager itu mengerutkan keningnya. "Aku mendengarnya dari Jaemin... Ingatlah ini, jangan melakukan hal ceroboh dan jangan mengecewakan mereka."

Jisung terkekeh pelan.

"Ternyata dia mengetahuinya. Kalau begitu, alasanku untuk “kembali” juga akan semakin masuk akal!"

"Masuk akal? Jangan bodoh, Jisung."

"Aku tidak bodoh! Aku ingin membahagiakan mereka dengan sisa waktu ku!"

"Itu berarti, kau melukai hati mereka."

"Mereka akan mengerti maksudku seiring berjalannya waktu. Lalu, semuanya akan hilang seakan-akan tidak pernah terjadi."

Jisung kemudian melenggang pergi mengikuti para Hyung yang sudah lama menunggunya.

Ia menghampiri Jaemin kemudian melemparkan senyuman manisnya.

"Semangat banget, kau baik-baik saja, kan?" Jaemin mulai kebingungan dengan tingkah sang adik.

"Aku baik! Baik-baik saja!"

Jeno mengerutkan keningnya. Ia menatap Jisung sedikit bingung.

"Kau kenapa? Kok Hyung jadi ngeri yah kalau Jisungie se semangat ini."

"Aku ngga papa Hyung! Serius!"

Sementara itu, dikala kegembiraan itu terlihat. Chenle hanya menatap Jisung sedikit takut. Ia takut, karena Jisung tak mungkin seperti ini. Dia sudah kenal baik. Dia takut, Jisung akan memberikan kejutan... Yah, kejutan yang menyakitkan.

OUR JISUNG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang