Jisung kini tengah ditangani. Di ruang ICU tentunya. Banyak selang terpasang di area dadanya. Sungguh lumayan mengerikan.
"Bagaimana dengan Jisungie? Dia akan baik-baik saja?" Jaemin terlihat sangat gelisah. Bahkan, tangannya terus gemetar. Keringat dengan deras turun melalui pelipisnya. Dia sangat ketakukan.
"Aku tidak tahu..." Haechan kemudian mendekat, lalu memeluk tubuh lelaki yang sudah panik setengah mati karena apa yang menimpa adik kesayangannya.
Jeno, Mark, dan Renjun terus diam. Mereka sudah sangat panik, namun... Sebagai seorang Hyung mereka harus tetap tegar melewati situasi apapun itu.
"Jeno~ya... Kau ingat? Waktu pertama kali kita mengajaknya mengobrol tentang kehidupan masing-masing... Apa yang kita tanyakan?" tanya Renjun dengan suara yang bergetar.
Jeno terlihat mulai mengingat-ingat. Begitu pula Mark. Seketika, mereka terlihat sudah mengingatnya, lalu saling bertatapan.
"Aku tidak punya teman, karena itu aku mengikuti audisi, lalu menjadi trainee disini! Aku kesepian hehe."
"Bagaimana kau menjalani kehidupan tanpa adanya seorang teman?"
"Aku tidak tahu."
"Bukankah, Jisungie masih sangat muda? Kau harus mencoba hal baru Jisungie, ya kan Mark?"
"Benar tuh kata Renjun!"
"Kau masih sangat muda, banyak hal yang harus kau ketahui!"
"Bahkan jika itu banyak, aku tidak mungkin bisa memahami nya. Pikiran ku kosong! Aku terjebak! Ini menyakitkan!"
"Jisungie kenapa berkata seperti itu? Kami, kan teman! Disini ada aku, Lee Jeno! Sang kapten yang akan selalu menemanimu! Kau tak perlu khawatir!"
"Hey bukan kau saja Lee Jeno! Ada aku juga! Aku Lee Haechan, tapi aku bukan saudara dekat Jeno kok!"
"Aku Huang Renjun! Orang china mana yang nggak mau temenan sama Jisung? Haha!"
"Aku... Mark Lee, kembarannya Jeno ama Haechan..."
"Aku Zhong Chenle, yang sudah lama bertemu denganmu, namun baru kenal beberapa hari ini."
"Dan aku! Na Jaemin! Hahaha, Jisungie favoritku! Tak akan ku ubah kapanpun itu!"
Tak lama, dokter keluar. Hal itu membuat Jaemin yang sedaritadi duduk langsing berdiri lalu berlari kecil menghampirinya.
"B—bagaimana dengan kondisinya?" ucap Jaemin dengan bibir yang bergetar.
"Hmmm... Ada yang ingin Jisung sampaikan... Dia sudah bangun, dia memaksaku untuk memanggil kalian."
Oh, yah... Mungkin kalian mencari Chenle? Dia tengah melamun dengan tatapan kosong di sudut ruang tunggu. Walaupun tatapannya kosong, dia bisa mendengar apa saja yang sedang mereka katakan.
Kala mendengar dokter itu menjawab. Yah, Chenle langsung berlari memasuki ruangan.
Terlihat Jisung yang tubuhnya kini penuh dipasangi selang dan kabel di mana-mana. Dia juga memakai ventilator.
Kala Chenle memasuki ruangan. Jisung meliriknya. Ia menatap lelaki yang nyaris menangis melihat kondisinya.
"Owh? Chenle~ya kemari, lah," ucapnya keruh.
Chenle dengan langkah yang berat pun menghampiri Jisung.
Ketika sudah sampai, Jisung mengulurkan tangannya. Mencoba memberi isyarat bahwa dia juga ingin merasakan kehangatan tangan Chenle.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR JISUNG
RandomJisung seorang anak laki laki berusia 11 tahun yang tidak memiliki teman. dia kesulitan berkomunikasi, takdir mempertemukan jisung dengan Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, dan Chenle yang usianya 2 tahun lebih tua dari nya, para Hyung mengajari n...
