Goodbye Jisungie...
Sosok lelaki yang baru saja beradu mulut itu, kini tengah berada di area pemakaman.
Yah, dia Jeno... Jeno yang baru saja beradu mulut dengan Jaemin. Pandangannya begitu sendu, ia menatap batu nisan yang masih sama, masih dipenuhi dengan bunga dan bau wangi nya.
Baru saja aku marah... Aku memarahi orang kesayanganmu. Kau tidak ingin balas dendam?
Ia menatap tajam batu nisan itu. Seakan sedang menahan emosi yang nyaris meledak.
Jisung~ah, aku membencimu!
Aku sangat membencimu hingga semua kenangan akan dirimu hanya bisa kuratapi setiap malam!
Kalau bakal kek gini, buat apa kita sahabatan? Buat apa kita kenalan? Buat apa kau datang di hidupku?!
Semua foto tentangmu sudah kusimpan jauh, aku tak mau melihatnya lagi.
"Lee Jeno. Hujan. Pulanglah!" gumam seseorang. Itu Chenle.
Ia menatap kesal ke arah Chenle.
"Aku tahu! Kau baru saja beradu mulut dengan Jaemin Hyung, jangan berpura-pura kuat, Lee Jeno."
Jeno mendecih, "siapa yang berpura-pura kuat?"
"Jeno Hyung, jangan terlalu menganggap serius catatan dari Jisung, dia tidak pernah memaksamu untuk tersenyum, bukan? Kumohon, ayo kembali menjadi kapten yang segar layaknya dulu. Bukan, kah... Semua itu tidak ada yang abadi? Jika kau hidup, kau juga harus menerima takdir dan kenyataan. Kau tak mungkin hidup selamanya dalam mimpi."
"Dia bilang aku tak akan menangis. Tapi aku mengingkarinya. Semua karena ku." Jeno mengacak rambut nya kesal.
"Terserah padamu. Tapi ingat, jangan membencinya. Dia memang sudah lelah, karena itu Tuhan mengambilnya. Jadi jangan menyalahkan takdir atau dirinya." Chenle kemudian melenggang pergi. Meninggalkan 1 payung yang masih tertutup untuk Jeno. Dia benar-benar peka.
Jeno menatap payung yang masih tertutup itu. "Kenapa dia peduli sekali? Apa dia ingin menjadi Jisung yang ke dua?... Ah tidak! Jisung memang peduli, tapi kalau di asrama dia lebih berisik dan kekanak-kanakan. Chenle... Dia sudah dewasa..."
Jeno kembali menatap batu nisan itu. Ia terkekeh pelan.
"Kau suka hujan? Sekarang musim hujan. Kau pasti sangat senang. Bisa main hujan tanpa diomeli oleh Jaemin lagi."
"Belakangan ini... Mark Hyung jadi begitu serius. Dia sibuk banget sampai nyaris tiap hari nggak pernah pulang ke asrama. Renjun, dia juga belakangan ini lebih sering mendengar lagu keras... Lagu yang penuh emosi. Haechan, dia masih ceria... Hanya saja, tawanya terlihat seperti dipaksakan. Sekarang hanya dia yang berisik di asrama, Chenle sekarang jadi lebih diam. Jaemin juga, dia jarang sekali menyiapkan makanan, tidak seperti dulu yang selalu semangat ketika memasak ditemani olehmu. Banyak yang berubah, Park Jisung."
"Ternyata berbicara sendiri itu menyenangkan, yah?" Jeno terkekeh.
Ia mengelus lembut batu nisan itu.
"Aku akan datang kembali. Jisungie, tunggu Hyung, yah?"
"Hyung mau kerja dulu."
"Nanti, kalau Hyung udah nggak sibuk, Hyung bakal dateng lagi terus cerita-cerita banyak bareng Jisung!" Cerianya.
"Tadi itu... Hyung cuma bercanda, kok!"
"Hyung gak pernah benci kamu."
"Hyung gak bisa benci kamu."
"Hmmm, kita terlalu sedikit membuat kenangan."
"Itu yang Hyung sesali sampai sekarang."
"Kalau tahu bakal begini, hyung mungkin lebih memilih berhenti... Lalu menjaga Jisung.
"Hyung jadi kepikiran buat cepet-cepet ketemu kamu deh..."
"Eh gak jadi! Nanti takut diamuk Jisung haha!"
"Hyung pergi dulu, yah?"
"Asrama pasti berantakan."
"Haechan juga sedang sibuk menyiapkan solo nya."
"Lagu nya bagus loh, sayang Jisungie gak bisa denger..."
"Pasti Haechan sangat ingin menunjukannya padamu."
"Goodbye Jisungie, ayo bertemu di kehidupan selanjutnya."
Lelaki itu lantas melenggang pergi meninggalkan pemakanan. Tentu saja sambil menggunakan payung yang ditinggalkan Chenle.
Banyak yang berubah. Tentu saja! Seiring berjalannya waktu, semua akan berubah. Bahkan, hal yang kita sayang pun mungkin akan berubah atau pergi. Karena itu, buatlah kenang-kenangan yang menyenangkan selagi kita masih diberi waktu.
_____
Hallo^^
Maaf author hilang kabar selama ini, 1 atau 2 hari? Gak tahu😭
Author sedang sibuk menyiapkan untuk besok, beh... Kelas author sedang bersiap-siap menerima penghargaan soalnya😌🤭
Hahaha, perjuangan buat film selama 2 minggu ternyata berbuah hasil 🥰 kelas author juara 1🤩
Kereeen sih buat semua temen kelas yang udah penuh effort buat bikinnya😭🤍 author mah tinggal bagian nulis skenario nya aja😊😗
Kalau ada typo ingetin😙
Next nanti Haechan yah🤩
Voment dan follow jangan lupa🤩
Jangan lupa mampir di tiktok author @lily07_dream_
Ada au loh, masih casting sama prolog kok😙
Love you buat kalian yang udah baca🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR JISUNG
De TodoJisung seorang anak laki laki berusia 11 tahun yang tidak memiliki teman. dia kesulitan berkomunikasi, takdir mempertemukan jisung dengan Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, dan Chenle yang usianya 2 tahun lebih tua dari nya, para Hyung mengajari n...
