_____
Hallo^^
Bakal ada 5 extra chapter nih😗
Ini extra chapter yang pertama...
Jangan lupa tungguin extra chapter selanjutnya yah🥰
Song recommend:
Sonnet Son Sad Instrumental
Dengerin deh, sad banget plzzz😭🤍🤍🤍
_____
Kepergian... Yah, kepergian atau bisa dibilang kehilangan?
Hal yang sangat sulit kita Terima, namun sungguh... Semua orang akan mengalaminya. Bahkan, orang yang kehilangan pun, mereka tak mau merasakan tuk kedua kalinya. Cukup sekali, lebih tepatnya... Sebaiknya jangan.
Lelaki bongsor dengan tatapan sendu itu... Kini ia tengah melamun. Melamun menatap hamparan sungai Han yang amat indah. Tatapannya tidak sumringah, tidak senang, tidak bahagia. Hanya penuh kekecewaan dan rasa penyesalan.
Jisung~ah... Sekarang kamu ada di mana? Kamu sedang apa? Kamu... Tidak rindu dengan masakan Hyung?
Ini terlalu cepat. Jisungie, ini semua salah Hyung?
Lelaki itu menatap langit yang kini mulai menurunkan rintik hujannya.
Hujan terus turun... Katanya kamu suka hujan? Jaemin hyung kangen semasa trainee...
Jisungie dulu sangat dekat dengan hyung, kan?
Hyung bahkan pernah makan, hingga menginap di rumah Jisungie.
Sekarang Jisungie punya rumah baru, hyung main ke rumah itu, boleh?
Hyung kangen main hujan bareng kamu, Jie...
Kalau nggak bisa main bareng, yah lebih baik kita pulang bareng aja.
"Hujan." Seseorang tiba-tiba menyodorkan payung. Dia Jeno.
"Mau sampai kapan kau bersedih? Masih menangisi Jisung? Percuma. Dia gak bakal kembali," sambungnya.
Jaemin mengernyit, "bukannya orang yang menangis adalah yang kuat? Kau begitu hancur, karena itu kau mengatakan itu!"
"Kembali. Kembali ke asrama, Na Jaemin. Sudah cukup setiap hari kau memasang diri agar hujan mengguyurmu." Dingin Jeno.
"Tidak. Ini menyenangkan! Dibandingkan Chenle yang mulai melukai dirinya. Lebih baik kedinginan, bukan?" Jaemin mendecak kesal.
"Kau terus mengingatnya. Karena itu kau terluka."
"Aku? Terluka? Lebih baik seperti ini, daripada harus melupakannya. Dia terlalu baik... Aku tak bisa melupakannya."
"Lalu, setiap hari kau akan terus seperti ini?!"
"Mungkin... Hingga aku terjatuh dan kehilangan sayap."
Jeno mulai kesal. Ia dengan kasar memegang baju Jaemin.
"Dengarkan ini! Aku tahu kau sangat menyayanginya, aku tahu dia adalah seribu kebahagiaan bagimu, aku tahu Tanpanya kau akan semakin terluka. Tapi jika terus begini, itu berarti kau tak mau mengambil langkah maju Na Jaemin! Jika dia tahu, kau akan berujung seperti ini. Dia pasti akan menyesali kematiannya." Jeno mendorong kasar tubuh lelaki itu. Kemudian melenggang pergi.
Sambil memperhatikan Jeno yang mulai menjauh. Jaemin mulai mengangkat wajahnya, ia melihat langit yang kini menunjukkan tangisnya.
Apa harus sesakit ini?
Ia kemudian menunjukkan senyum mirisnya. Kemudian berdiri, lalu melenggang pergi meninggalkan sungai Han dengan langkah sempoyongan.
Aku tak tahu arah... Ke mana aku akan pergi?
Ia terus berjalan dengan langkah yang berat. Hingga akhirnya, di pelataran dekat agensi. Di sebuah taman yang pernah Chenle ceritakan.
Ia menatap lamat-lamat ke arah ayunan yang sudah cukup berkarat.
Chenle bilang... Dia pernah mengajari Jisung bermain ayunan? Di tempat ini, kan?
Ia kemudian mendekat. Lalu duduk di atas ayunan itu. Ia menatap pepohonan yang rimbun di dekatnya.
Walaupun hujan, ternyata sangat indah... Aroma Petrichor ini benar-benar membuatku mengingat semuanya.
Entah karena Jaemin yang lelah atau sekedar halusinasi. Sesosok Jisung, orang yang sudah jelas telah pergi, muncul dihadapannya. Namun hanya sebuah bayangan yang memudar...
Jaemin mulai mengingat kenangan semasa trainee nya. Sejak pertama kali, ia menganggap bahwa ada 3J di grup ini.
"Siapa?"
"Jeno Hyung!"
"Jeno?... wah! Berarti ada 3J."
"Benar sekali!"
"Jadi ini bayi kecil kita?" tanya Jeno
"Yap! gimana? manis bukan?... Namanya adalah Jisung!" Jaemin terkekeh.
Jaemin mulai mengayun ayunan itu.
Banyak sekali... Banyak sekali kenangan yang menyakitkan....
Waktu itu sangat seru, bukan?
Suatu hari nanti... Bisakah kita kembali bertemu, kemudian bermain hujan?
Jaemin kemudian terkekeh.
Tak mungkin Na Jaemin! Jangan bertingkah seperti orang gila begini haha.
Okey, aku tak akan melupakanmu, Jisungie...
Kau akan terus ku kenang.
Tapi... Ingat ini... Kau adalah sumber kebahagiaanku, dan setelah kau pergi... Aku nyaris gila.
Jadi... Terimakasih! Kau berhasil menggores hati ku.
Kau pasti tenang di sana. Tidak ada lagi luka, tidak ada lagi rasa sakit. Kau akan mendapatkan banyak teman! Aku yakin. Orang sebaik dirimu tak mungkin tak memiliki teman, bukan?
Aku harap kita bisa bertemu... Di kehidupan selanjutnya... Dan itu harus.
Ayo berjuang! Aku dari sini, kau dari rumah baru mu.
Terimakasih Park Jisung... Lelaki manis, sekarang kau tidak lagi kesepian, kan?
_____
Hallo^^
Kembali lagi dengan Author aneh yang satu ini😏
Gimana?
All member dapet extra chapter, yah... Mungkin ada 1 extra chapter yang diisi 2 member...
Pertama Jaemin...
Next Jeno🥰
Yuk, follow akun author🥰
Voment jangan lupa😇
Hmmm ada typo nggak yah? Jangan lupa ingetin😗
Love you buat kalian yang udah baca🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR JISUNG
RandomJisung seorang anak laki laki berusia 11 tahun yang tidak memiliki teman. dia kesulitan berkomunikasi, takdir mempertemukan jisung dengan Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, dan Chenle yang usianya 2 tahun lebih tua dari nya, para Hyung mengajari n...
