Epilog

288 17 4
                                        

Keesokan harinya. Pukul 07.36 kst.

Hari tetap saja mendung. Jalanan becek karena tergenang air. Aroma Petrichor pun tercium jelas. Sehingga membuat lelaki yang tengah berjalan sempoyongan tak tahu arah itu mengingat sesuatu. Matanya berat. Wajahnya pucat.

Ternyata aku memang nggak bisa lupain kamu... Hanya sakit yang ada...

Sesak dada aku, Jie...

Kamu bohong, kan? Masa orang semanis dirimu meninggalkanku dengan kejam? Nggak mungkin, kan?

Mengingatmu membuatku menyesal, berusaha melupakanmu pun membuatku semakin terluka dan takut melihat dunia.

Kedatanganmu membuatku merasa hidup. Namun, kepergianmu membuatku berjalan tak tahu arah.

Apa ini yang kau mau?

Lelaki itu berjalan menuju area pemakanan. Tentu saja dengan langkah yang berat.

Sesampainya di sana. Ia menatap batu nisan yang masih di penuhi bunga itu.

박 지성Park Jisung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

박 지성
Park Jisung

Chenle memgerutkan keningnya. Ia menatap kesal ke arah nisan itu.

Ini serius makam kamu?

Kamu udah punya rumah baru?

Kamu bahagia di sana?!

Chenle semakin menatap kesal ke arah nisan bertuliskan nama sahabatnya yang terpampang jelas. Ia kemudian berjongkok, lalu memeluk baru nisan itu dengan erat.

Tak lama. Hujan deras mengguyur. Mengguyurnya sendirian.

Chenle menangis tersedu-sedu di sana. Menatap pilu baru nisan yang ia peluk. Dengan baju yang basah, rambut yang basah, seluruh tubuhnya basah.

"Jisung~ah! Kamu hobi banget, yah? Bikin aku nyesel kek gini?!" Chenle menatap batu nisan itu dengan tatapan benci.

Tak ada orang lain di sana. Hanya ada dia. Ia bebas meluaplan isi hatinya.

"Kalau kamu mau bales dendam ke aku yah BAWA AKU JUGA!! JANGAN PULANG SENDIRIAN KEK GITU!!" teriak Chenle semakin kencang. Tentu saja dengan suara serak dan terbata-bata. Bibirnya bergetar. Dadanya benar-benar sakit.

"Kalau kamu kek gitu, masa kamu tinggalin aku gitu aja? Kita sahabat, kan?"

"Ajak aku, bawa aku!! Aku juga mau pulang PARK JISUNG!"

OUR JISUNG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang