Malam itu, suasana di apartemen Zara begitu hening. Ia duduk di sofa ruang tamunya, sibuk dengan buku di tangannya. Namun, ketukan pelan di pintu mengalihkan perhatiannya. Dengan sedikit enggan, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Di hadapannya berdiri French, membawa sebuah kotak makanan dengan tatapan penuh keyakinan.
"Selamat malam," ujar French sambil mengangkat kotak makanan di tangannya. "Aku membawakan makan malam untukmu."
Zara mengarahkan pandangannya ke kotak itu. "Aku tidak memesan apa pun," jawabnya singkat.
"Aku tahu. Tapi aku yakin kau belum makan. Jadi, aku memutuskan untuk membawakannya."
Zara menatapnya selama beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas pelan. Mungkin ini waktunya mengatakan kepada French apa yang ia rasakan sejujurnya. Ia membuka pintu lebih lebar dan berkata, "Masuk saja."
French melangkah masuk tanpa ragu, meletakkan kotak makanan itu di meja kecil di ruang tamu. Ia tampak tenang, meskipun suasana di antara mereka terasa dingin. "Aku membeli pasta dengan saus truffle dan cheesecake untuk pencuci mulut. Aku tahu kau suka itu."
Zara melirik makanan itu sekilas, lalu kembali duduk di sofanya. Tidak ada ucapan terima kasih yang keluar dari mulutnya. Ia hanya mengangguk tipis, tanpa menunjukkan emosi.
French memperhatikan gerak-geriknya dengan seksama. Meskipun Zara tampak acuh tak acuh, ia tidak menyerah untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Ia duduk di kursi yang berada di seberang Zara, matanya menatap langsung ke arahnya.
Zara meletakkan bukunya di atas meja dan menatap French dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Kau tahu ini sudah sangat malam?"
"Aku tahu. Aku hanya ingin saja membawakan makanan untukmu dan melihatmu baik-baik saja."
Zara mendengus kecil, tetapi kali ini ia tidak menolaknya. Ia membuka kotak makanan itu, mencium aroma truffle yang menguar, lalu mengambil garpu untuk mencicipinya. Setelah satu suapan, ia berbicara singkat, "Ini enak."
French bersandar di kursinya, menatap Zara dengan senyum penuh kepuasan. "Tentu saja enak. Aku tahu apa yang kau suka."
Zara mengangkat alisnya. "Bagaimana kalau aku bilang aku tidak suka pasta? Aku sebenarnya alergi truffle."
French terbelalak. "Benarkah? Oh sial, aku tak tahu itu. Apa kau butuh EpiPen? Rumah sakit?!"
Zara menatapnya selama beberapa detik, lalu mengunyah perlahan pasta di mulutnya. "Aku bercanda, French."
Ia hanya ingin melihat seberapa peduli pria itu. Reaksi itu sangat di luar ekspektasinya. Entah kenapa hal itu membuatnya tak ingin mengatakan sesuatu yang akan membuat pria itu sakit hati. Entahlah.. apakah ia harus jujur pada French? Jika pria itu bukanlah tipenya? Dan ia tak suka dengan sifat obsesifnya?
French menghela napas lega, tapi tatapannya sedikit kesal. "Sungguh, Zara? Aku nyaris mendapatkan serangan jantung di sini. Kalau kau sampai alergi sungguhan, aku akan menjadi headline berita: 'Pria Membunuh Wanita dengan Pasta Mahal." Katanya sedikit geli.
"Dan orangtuaku pasti akan membunuhmu."
Pria itu tertawa kecil, "Tentu saja. Mana mungkin mereka rela kehilangan gadis secantik ini."
Zara takkan termakan rayuan gombal pria ini, "French.."
"Benarkan?"
Ia menghela nafasnya kasar, "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, French. Ini sangat serius."
"Katakan saja."
"Tapi aku takut kau sakit hati."
French tersenyum kecil. Bahkan tanpa perempuan itu mengatakan sesuatu hal-hal kecil yang dilakukan kadang membuat pria itu sakit hati.
"Apa itu? Katakan saja. Apa yang ingin kau katakan?"
Zara mengatakannya sedikit ragu, "French.. sebenarnya.."
"Sebenarnya?"
Ia harus berbicara jujur sekarang atau tak selamanya. "Aku tak menyukaimu dari awal. Kau bukanlah tipeku, aku tak suka sifatmu yang obsesif. Responmu yang kadang berlebihan. Dan... aku bukanlah perempuan yang gampang jatuh cinta. Bukanlah perempuan yang baik untuk dicintai. Aku ingin mengakhiri kencan kita."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE LOVE ME ✓ (COMPLETED)
Historia Corta"Kau pikir aku akan menyerah? No.." French mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Zara sedang bersama mantannya. "Gadis kecil.. kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya." Start : 27 Juni 2022 End : 7 November 2025
