Sementara Suji dan Taehyung tampak termenung mendengar penuturan Jungkook, terdengar Seokjin membuka suaranya.
"Ibu pulang sama Ayah Han?" Tanya Seokjin. Nada suaranya terdengar begitu tenang dan kalem.
Inilah salah satu alasan kenapa Jungkook menjadi begitu manja dan tak pernah bisa lepas dari Ayahnya.
Meski Jungkook seorang anak laki-laki tapi dia memilki hati yang lembut dan sensitif jadi perlakuan lembut yang Seokjin berikan, itu sangat cocok untuk tipe anak seperti Jungkook.
Terlebih lagi Jungkook memiliki trauma masa kecil yang suram akibat insiden yang terjadi pada keluarga mereka 12 tahun silam. jadi Seokjin sebagai orangtua tunggal sangat berhati-hati dalam memperlakukan anaknya.
"Iya, aku mimpi Ibu sama Ayah Han pulang ke Tuna Kimbab" jawab Jungkook setelah meminum susunya.
"Dedek kangen sama Ibu sama Ayah Han?" Tanya Seokjin.
"I-iya.." jawab Jungkook lirih membuat suasana menjadi semakin pilu.
"Kok Ibu ga sama Ayah Jin sih? Kan Ayah cemburu jadinya nih sama Kak Han. Ah males ah Ayah dengernya. Dedek ga usah cerita deh" canda Seokjin sambil pura-pura cemberut.
Ulah konyol Seokjin itu rupanya mampu membuat suasana kembali mencair karena terdengar kekehan Suji dan Taehyung.
"Dedek lain kali kalo mimpi Ibu, bisa ga Ibunya sama Ayah Jin aja? Biar Ayahmu ga cemburu" ujar Suji.
"Oma, emang bisa mimpi diatur dulu kayak gitu? Kalo mimpinya di cerita FF baru tuh diatur sama penulisnya" jawab Jungkook.
"Kalo gitu lain kali pas mimpi Ibu sama Ayah Han, Dedek ceritanya ke Ka Tae sama Oma aja jangan ke Ayah kamu" sahut Taehyung.
"Emang Ayah masih aja cemburu sama Ayah Han?" Tanya Jungkook sambil menatap Seokjin.
"Masihlah! Kenapa? Ga boleh?" Jawab Seokjin.
"Tapi kan Ayah Han udah ga ada, Ayah.."
"Ya tapi tetep aja Ayah ga suka ngelihat Ibu sama laki-laki lain. Termasuk sama laki-laki yang udah almarhum sekalipun dan meskipun itu cuma dalam mimpi" jawab Seokjin dengan raut yang masih dibuat serius membuat Suji dan Taehyung kembali terkekeh.
Kepolosan hati Jungkook membuatnya percaya begitu saja akan reaksi Seokjin yang tampak sedang dibakar oleh rasa cemburu pada kakak kembarnya. Jungkook pun menggelengkan kepala sambil menghela nafas panjang.
"Ayah tuh posesif banget tau ga, Yah? Sampe ga boleh ada siapapun yang ambil Ibu"
"Lah sama kayak kamu kan? Kamu juga posesif, Ayah ga boleh diambil sama siapapun"
"Hhmpft.." Tawa Taehyung pun seketika tertahan setelah kakinya ditendang oleh Mamanya dari bawah meja.
Dan rona merah pun teebias di kedua pipi Jungkook yang putih dan mulus.
Anak itu tampak malu setelah kalimat sang Ayah mengingatkam dirinya akan sebuah fakta bahwa dia juga sama-sama posesif seperti Ayahnya.
Rasanya Jungkook seperti tertampar oleh kenyataan pahit.
"Udah, ga usah merah gitu pipinya. sana berangkat sekolah" lanjut Seokjin.
Jungkook yang memang sudah selesai dengan sarapannya lalu mengambil tas sekolah yang ada di sisi kaki kanannya untuk ia jinjing di bahu kanannya.
"Oma aku berangkat sekolah dulu ya?" Pamit Jungkook dengan wajah lesu.
"Iya sayang" jawab Suji yang kemudian menangkup pipi Jungkook dan memberikan kecupan di kedua pipinya. "Eh, ga usah lemes gini dong. ngalah aja dulu sama Ayahmu. Dia kan lagi sakit"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
