"A-apa?" Ulang Namjoon.
Tentu saja bukan karena Namjoon tidak mendengar ucapan Jungkook, bukan juga karena ia ingin memancing Jungkook supaya terus berusaha berbicara tapi karena Namjoon memang terkejut dengan pertanyaan Jungkook.
"A-ayah aku mana.." ulang Jungkook.
Pikiran Namjoon pun seketika dipenuhi tanda tanya, dan bukan hanya dia saja tapi juga Suji Ibunya yang langsung berhenti membereskan barang lalu menatap Jungkook.
Sempat Namjoon bertukar tatap dengan Ibunya sejenak, seolah sama-sama menanyakan hal yang sama.
Apakah ingatan Jungkook sudah kembali normal?
Ataukah itu hanya tanda bahwa trauma Jungkook berangsur-angsur berkurang?
Namjoon meletakkan mangkuk bubur di nakas lalu mengenggam tangan Jungkook dan menatap anak itu lekat.
"Dedek, Kakak mau pastiin kalo ingatan kamu baik-baik aja. Kamu tadi nanya dimana Ayah?" Ucap Namjoon.
Perlahan Jungkook menggangguk.
"Siapa Ayahnya dedek?"
"A-ayah SeokJin..."
"Oke. Terakhir kali dedek inget bareng Ayah pas lagi ngapain?"
"Eeung..." Jungkook tampak ragu menjawab lalu menunduk.
"Ga apa-apa, seinget kamu aja. Pelan-pelan diinget" ucap Namjoon lembut sambil mengusap kepala Jungkook.
"Eeunm...a-aku ingetnya.."
"Iya inget apa?"
"A-ayah ajak aku pergi tapi a-aku lupa d-dimana.."
"Yatuhan dedek...." Tak pelak Namjoon pun memeluk Jungkook seketika. "Kakak seneng banget ingatan kamu ga hilang, Jungkook.."
Kemudian Namjoon melepas pelukan dan kembali menatap Jungkook dengan senyuman.
"Iya bener, kemarin Ayah ajak kamu liburan ke Gwangju tapi kamu tiba-tiba sakit dan semalem dipulangin kesini pake ambulance"
"P-pake ambulance?"
Namjoon mengangguk tegas. "Iya sampai Ayah kamu ketiduran di dalem ambulance jam 4 pagi trus ambulance nya nyampe Gangnam jam 5 lebih sepuluh"
"T-terus Ayah gimana?"
"Sekarang Ayah kamu lagi istirahat di apartemen. Jangan sampai gantian terus sakitnya ya. Bulan kemarin Ayah kamu baru aja sembuh dari sakit lambung akut, sekarang gantian anaknya yang sakit" jelas Namjoon panjang lebar seraya kembali mengambil mangkuk bubur dan kembali menyuapi Jungkook.
"Udah Ka.." jawab Jungkook sambil menerima suapan dengan berat hati.
"Udah apanya?"
"Udah makannya"
"Baru juga 3 suap kok mau udahan"
"Udah..."
Terlihat Namjoon menghela nafas panjang sambil menatap Jungkook. "Oke, tapi nanti dimakan lagi ya, dikit-dikit tapi sering"
Jungkook mengangguk sambil menelan suapan terakhir.
"Nih minum obat demamnya dulu terus tidur sambil nunggu dokter Yoona datang"
Jungkook pun patuh ketika Namjoon memberinya obat penurun demam.
"Lho, Mama kemana lagi? Tiba-tiba ngilang.." monolog Namjoon sambil membereskan mangkuk bubur dan menutupnya kembali dengan rapi, ketika mendapati Suji tak lagi ada di dalam ruangan.
"Udah yok, dedek bobok dulu"
Jungkook pun segera kembali berbaring.
"Kakak?" Panggil Jungkook ketika Namjoon merapikan selimutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
