SeokHan menaruh sepatunya di rak sepatu lalu memakai slippers alias sandal rumah yang biasa dia pakai.
Melangkah pelan menuju ruang tamu, dia mendapati Taehyung sedang sibuk dengan laptop dan tugasnya.
"Tae.." sapa Han.
"Eh Kak. Udah pulang" jawab Taehyung yang sedikit terkejut saat mendapati Kakak sepupunya itu tiba-tiba sudah ada dihadapannya, berdiri sambil membawa satu tas belanja berwarna coklat muda.
Han hanya mengangguk singkat. "Nih, Gue beliin asupan bergizi buat lo" ucapnya seraya mengambil satu kotak makanan dari dalam tas belanjanya.
Mata Taehyung pun berbinar. senyum kotaknya yang tampan pun mengembang. "Waah ayam goreng asam manis?! Makasih Kak!"
"Pas banget kan buat cemilan sambil nugas"
"Iya. Sambil jagain anak kesayangan Kakak"
Terulas senyum di bibir tebal Han yang merah alami itu mendengar jawaban Taehyung. Seperti kebiasaan selama ini, sebagai tipe Ayah yang cukup protektif, dia tidak pernah membiarkan Jungkook sendirian ketika mereka menetap di apartemen. pasti akan selalu ada salah satu dari anggota keluarga yang dimintai tolong oleh Han untuk menemani Jungkook. Lain halnya jika mereka menetap di lantai atas gedung restauran Tuna Kimbab pada hari-hari tertentu, Jungkook tidak perlu penjaga karena ada banyak orang disana.
"Dedek udah tidur?" Tanya Han.
"Belum. Ada tuh lagi nyantai di balkon"
"Di balkon?"
"Tadi ada Mingyu dateng jengukin dia. Baru aja pulang"
"Ga kedinginan apa disana terus?" Tanpa menunggu Taehyung menjawab, Han sudah melangkahkan kakinya menuju balkon di sebelah kanan yang berseberangan dengan ruang tamu.
Disebuah kursi rotan bergaya klasik, Han mendapati Jungkook sedang duduk ternenung memandang pemandangan langit Hannam sambil menggenggam segelas susu yang isinya tinggl setengah.
"Dedek.."
Mendengar ada yang memanggilnya, Jungkook menoleh dan mendapati Han sedang berdiri di pintu kaca balkon.
Tak ada jawaban dari Jungkook kecuali senyuman tipis dari raut wajahnya yang tampak datar.
Sungguh, Jungkook mendadak juga jadi canggung, bingung harus memanggil Kakak kembar ayah kandungnya itu dengan sebutan apa karena peristiwa tadi siang.
Bagaimanapun tetap akan terasa aneh bagi Jungkook jika dirinya harus beralih memanggil Han dengan sebutan 'Kakak'.
"Kok disini? Ga kedinginan?" Tanya Han seraya melangkah mendekat.
Jungkook menggeleng pelan. "Engga kok. Ini aku udah pake kaos kaki tebel"
Kepala Han menunduk, tatapannya tertuju ke kaos kaki tebal berwarna putih dibalik slippers warna hitam yang Jungkook kenakan. Slippers yang berharga cukup mahal dari brand terkenal, pemberian dari Namjoon.
Memilih duduk disofa panjang dekat kursi Jungkook diujung balkon, Han menaruh tas belanjanya lalu mengambil satu kotak makanan dari dalamnya.
"Ayah beli pudding kesukaan Dedek, dimakan ya?" Ujar Han sambil menyodorkan kotak berisi dua cup pudding kesukaan Jungkook dalam dua rasa yang berbeda, Coklat vanilla dan Blueberry vanilla.
Ayah.
Jungkook terperanjat mendengar kata itu kembali terucap dari mulut SeokHan.
Terdengar alami seperti biasanya.
Tidak kaku.
Tidak juga canggung.
"Kok diem? Masih kenyang?" Tanya Han lagi setelah melihat Jungkook hanya terdiam menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
