Minggu pertama di bulan Juni..
Hari senin.
Hari yang sangat membosankan bagi Jungkook.
Ralat : bagi semua orang.
Setelah menyelesaikan makan siang di cafeteria sekolah, Jungkook dan Eunwoo memutuskan untuk pergi ke minimarket yang berada diluar gedung sekolah karena ingin membeli jajanan yang tidak tersedia di cafeteria.
Bangunan Minimarket itu masih berada di ruang lingkup area sekolah sehingga para siswa mendapatkan ijin untuk pergi kesana selama jam istirahat. Mereka harus berjalan beberapa meter dari depan lobby utama sekolah lalu melewati lapangan olahraga outdoor dan berbelok kearah timur.
Hanya Jungkook dan Eunwoo yang pergi ke minimarket sementara Yugyeom dan Mingyu memilih kembali ke kelas untuk beradu game online.
Siang ini matahari bersinar cerah. Saking cerahnya sampai-sampai kedua pipi Jungkook yang berisi merona merah terkena teriknya menjadikan visual wajah bulatnya nampak begitu cantik meski ia seorang anak laki-laki.
"Ayah gimana? udah bisa makan normal?" Tanya Eunwoo.
Jungkook mengangguk. "Udah bisa makan nasi ko. Cuma masih skip makanan pedas sama kopi"
"Syukurlah. Nanti pas liburan di Gwangju diawasin bener-bener tuh Ayahnya jangan sampe salah makan" kata Eunwoo sambil membuka pintu minimarket dan meminta Jungkook masuk lebih dulu.
"Ga sabar banget nungguin hari Kamiiis!" jawab Jungkook penuh semangat hingga berhasil membuat Eunwoo seketika berubah setelan menjadi mode Kakak.
Si tampan bertubuh jangkung itu tersenyum lebar sambil mengacak pelan rambut di ujung kepala Jungkook. "Seneng ya dek, mau liburan?"
"Iyaa, aku seneng banget Nuu!!"
Sepertinya Jungkook juga tertular berubah setelan menjadi mode adik lengkap dengan nada suara merajuknya membuat Eunwoo semakin terkekeh. Gemas melihat sikap Jungkook yang kerap kali masih seperti anak kecil.
Di dalam minimarket, rak panjang di baris kedua tempat beragam snack dengan rasa manis, menjadi tujuan pertama Jungkook.
Si mata bulat itu terlihat langsung menyambar satu kemasan biskuit coklat dengan isian krim strawberry.
"Dek?" Panggil Eunwoo.
"Apa?" Jawab Jungkook tanpa mengalihkan tatapan karena sedang membungkuk, asyik memilih snack manis lainnya di rak yang lebih bawah.
"Nanti gue yang bayarin semuanya ya?"
Jungkook pun berhenti dari kesibukan memilih snack, menegakkan badan lalu menatap Eunwoo.
"Abis menang taruhan lo?" Tanya Jungkook tanpa maksud apapun namun sempat membuat Eunwoo diam-diam merasa terpojok.
"Ck! Kaya gue ga pernah nraktir aja. Udah sana ambil apa aja yang lo mau" jawab Eunwoo yang kemudian berlalu dari hadapan Jungkook. Tak sanggup menatap mata Jungkook terlalu lama karena takut kebohongannya akan terbongkar.
Tentu saja tebakan Jungkook bahwa Eunwoo menang taruhan tidak sepenuhnya salah karena semalam sahabatnya itu berhasil memenangkan balapan pertamanya sehingga berhak mendapatkan imbalan berupa uang taruhan yang terkumpul dari para penonton.
Jungkook yang sudah sering menerima traktiran, tidak menaruh curiga sedikitpun. Dia tahu betul sahabat dekatnya itu tak pernah kesulitan secara keuangan dengan latar belakang keluarga yang cukup berada.
Setelah mengantri dengan beberapa siswa lainnya, Eunwoo lalu membayar dengan sebuah kartu pembayaran.
Disaat yang sama, mata bulat Jungkook mendadak terbelalak ketika menangkap satu hal yang sangat mencuri perhatiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
