"Astaga kayak begini aja kok pake pesta makan makan sih?" Kata Jungkook dengan pipi memerah setelah mendengar penjelasan Namjoon bahwa seluruh anggota keluarganya berkumpul karena mereka ingin mengadakan acara makan bersama istimewa untuk merayakan ingatan Jungkook yang telah kembali akibat trauma berkepanjangan yang dia derita selama ini.
"Lho gimana sih dedek? perayaan ini tuh penting banget karena sekarang kamu udah siap untuk menjalani masa move on hehe" kata Hoseok setengah bercanda sementara si tampan itu beranjak duduk di samping Jungkook.
"Iya, sampai akhirnya nanti kamu benar-bener sembuh total dari trauma itu" timpal Yoongi yang duduk di depan Hoseok.
Jungkook lalu menoleh kearah Opa Joohyun dan Oma Suji di sebelah kanan Hoseok dan Yoongi ketika melihat kedua orang itu sudah duduk ditempatnya selesai menyiapkan hidangan di atas meja.
"Opa sama Oma akhirnya jadi repot kan karena nyiapin makanan" kata Jungkook.
"Engga kok. Justru ini ide Opa sama Oma buat kumpul bareng kayak gini" jawab Oma Suji.
"Makanannya juga dikirim dari Tuna Kimbab" timpal Yoongi.
"Emang Opa hari ini ga kerja?" Tanya Jungkook.
"Opa ambil cuti hari ini sama besok" jawab Opa yang masih bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di usianya yang kini menginjak pertengahan lima puluhan.
"Udah ayo kita makan. Udah siang juga. Bentar lagi Kak Jun sama Kak Yoongi harus balik ke Tuna Kimbab" kata Taehyung yang duduk diujung meja, dekat Jungkook.
"Iya, ayo. Kita makan" Jawab Namjoon setuju yang baru saja mengambil tempat di samping Yoongi, tepat didepan Jungkook.
Secara bergiliran mereka pun mengambil makanan dari atas meja. Ada mie goreng seafood, sup asparagus, ayam goreng mentega, tumis brokoli, tumis daging kacang polong, dan nasi yang semuanya hasil masakan restoran Tuna Kimbab yang dikirim langsung ke apartemen kediaman Kim SeokHan.
Merasa tidak mendengar suara Han sedari tadi, Jungkook bertanya "Ayah mana?" sambil menerima piring yang sudah berisi penuh tumis daging dan brokoli kesukannya yang baru saja dosodorkan oleh Taehyung.
"Oh iya. Kak Han?" Panggil Hoseok sambil menyendok ayam goreng mentega dan menaruhnya diatas piring miliknya.
"Haan? Lo dimana?" Panggil Yoongi.
Tak berapa lama terdengar langkah dari lorong aebelum kemudian tampaklah dihadapan mereka, pria tampan yang bagaikan cetakan sempurna Kim SeokJin.
"Iya bentar, abis ganti baju. Gerah banget" jawab Han yang kemudian mengambil tempat di ujung meja dekat Opa Joohyun karena hanya tempat itu yang tersisa.
"Duduk sini Kak, nanti anaknya rewel jauhan dari Ayahnya" kata Taehyung sambil berdiri membawa piringnya lalu melangkah kearah SeokHan membuat semua yang ada disana tak bisa menahan senyum.
Tanpa argumen apapun, Han pun berdiri sambil membawa piringnya yang masih kosong dan berpindah ke tempat duduk Taehyung di ujung. Di dekat Jungkook.
"Makan yang banyak. Siang ini dedek masih harus minum obat" ujar Han sambil menatap piring Jungkook seraya menyendok tumis daging dan brokoli.
"Nasinya mana?" Tanya Jungkook balik sambil menatap piring Han.
Menyempatkan menatap Jungkook lalu beralih menatap piringnya, Han menjawab "Masih kenyang. Ntar malem aja makan nasinya"
Dan tanpa memedulikan Jungkook lagi, Han pun memakan makanannya. Entah kenapa Jungkook tidak suka dengan jawaban Han yang terkesan dingin mendadak.
"Ayah?" Panggil Jungkook.
Tanpa menjawab, Han hanya menoleh lalu menatap Jungkook membuat seisi ruang makan ikut menatap pria tampan berbibir tebal itu yang sekilas memang tampak dingin.
Secara mendadak
Entah kenapa.
"Ayah kenapa jawabnya gitu?"
"Haa? Gitu yang kayak gimana maksudnya?"
"Yang cuek kayak gitu"
"Lho. Cuek gimana sih dedek? Kan tadi udah dibilang makan nasinya ntar malem aja"
"Tapi Ayah sama sekali gaada nyebut kata 'Ayah' biasanya kan Ayah jawabnya 'Ayah masih kenyang dedek. Nanti malem aja Ayah makan nasi' kayak gitu maksudnya"
"A-apa? Emang tadi A-a-ayah jawab kayak gitu?"
"Aduh Kak, lo tuh kenapa sih tetiba canggung gitu?" Ujar Hoseok sambil menatap Han.
"Please Kak. Ini acara makan keluarga yang paling indah dalam minggu ini. Jangan dirusak please" ujar Namjoon.
"paling indah ga tuh?" Sahut Taehyung dari ujung sambil menahan senyum.
"Lo canggung nyebut diri lo 'Ayah' didepan seluruh keluarga, Han?" Mulut Yoongi yang terbiasa tanpa filter itu pun melontarkan pertanyaan yang langsung to the point membuat wajah SeokHan memerah karena terkejut.
Semua mata kini menatap si mata almond kecoklatan itu menunggu jawaban apa yang akan dia berikan.
"E-engga kok..." jawab Han dengan suara lirih dan penuh keraguan. Kini mata almond itu beralih menatap Jungkook dengan ekspresi yang tampak bersalah.
Tangannya terulur untuk membelai rambut Jungkook. "M-maaf ya, tapi beneran engga kayak gitu..."
Jungkook mendengus kesal mendengar jawaban yang masih terkesan dingin. Bukan jawaban seperti itu yang Jungkook mau. Jawaban ambigu dan penuh keraguan.
"Tinggal bilang aja kok kalo gamau lagi aku panggil Ayah. A-aku bisa panggil 'Kakak' kayak pas aku kecil dulu" jawab Jungkook yang juga to the point namun dengan mata berkaca-kaca
"Dek...engga gitu sayang..."
"Opa, Oma, semuanya. Aku udah ya makannya. Maaf ga habis, aku ngantuk" dan Jungkook pun beranjak dari meja makan. Berjalan lemah sambil memegangi keningnya karena kepalanya entah kenapa masih saja terasa pening
"Dedek, ayo Kakak anter. masih pusing ya?" Hoseok dengan sigap membimbing langkah Jungkook meninggalkan kesunyian di ruang makan yang seharusnya penuh tawa dan kehangatan.
"Kak, lo kenapa sih? Tadi dirumah sakit lo ngga kayak gini lho Kak" ujar Taehyung yang merasa kesal.
SeokHan hanya terdiam. Perlahan Kepalanya tertunduk sambil disangga kedua tangannya. Tak ada jawaban, yang ada hanya desahan nafas lirih pertanda pria itu sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri.
***
Kawasan pemakaman Hanasan, sekitar pukul empat sore. Angin yang bertiup semilir namun dingin menusuk tulang nyatanya tak menyurutkan niat SeokHan untuk tetap duduk termenung sambil merebahkan kepalanya di batu nisan beruliskan namanya, Kim Seok Han.
Cukup lama pria itu terduduk ditanah seraya menangis sendiri dalam sunyi hingga akhirnya kalimat lirih keluar dari suaranya yang terdengar parau.
"G-gue bikin dedek sedih hari ini, Jin...
Disaat d-dia baru aja pulang dari rumah sakit
Disaat d-dia harusnya happy karena seluruh keluarga kumpul makan bersama buat nyambut dia"
Tes
Tes
Airmata itu terus mengalir deras dari kelopak mata pria tampan itu.
"J-jin...
S-semakin gue inget kalo seluruh ingatan Jungkook udah kembali, ngga tahu kenapa gue,...G-gue justru merasa ga layak jadi Ayah buat dia...
Gue merasa ga layak gantiin posisi lo,
Gue harus gimana Jin..."
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
