"K-kue?" Tanya Jungkook.
Eunwoo mengangguk. "Iya. Oleh-oleh dari Mama buat anak bungsunya tersayang"
Pipi Jungkook mendadak bersemu merah membuat tampilan pipi berisinya semakin menggemaskan.
Mama Eunwoo memang sesayang itu dengan Jungkook sampai menyebut Jungkook sebagai anak bungsunya. Sementara bagi Jungkook yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu membuat kehadiran Mama Eunwoo seolah mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Bundanya.
"Beneran?" Tanya Jungkook ragu.
"Kok nanyanya gitu? Ga percaya?" Tanya Eunwoo balik.
"Mm..K-Kalo dari lo kuenya, gue ga mau terima. Bisa aja lo mau suap gue biar ga marah"
"Mana ada gue suap lo? Lo marah ke gue juga gue ikhlas kok karena memang gue salah"
Jungkook terdiam sejenak seolah berpikir sambil menatap Eunwoo.
"Oke kalo dari Mama gue terima" jawab Jungkook yang kemudian melangkah menuju mobil Eunwoo melewati sisi kiri disamping Yugyeom.
Melihat hal itu tak pelak Eunwoo, Yugyeom dan juga Mingyu menghela nafas lega.
"Lo sih! Makanya jangan cari masalah" bisik Mingyu sambil menoyor pelan kepala Eunwoo.
"Jajanin dia tiap hari biar cepet luluh" bisik Yugyeom.
"I-iya.." jawab Eunwoo lirih. Sebelum kemudian terdengar suara Jungkook berpamitan pada sopir yang mengantar Eunwoo yang tak lain adalah Om kandung Eunwoo alias adik Mamanya yang dimintai tolong untuk mengantar Eunwoo ke sekolah selama kaki anak itu masih sakit.
"Makasih Om Seojun! Hati-hati di jalaaan.." ucap Jungkook sambil melambaikan tangan sementara tangan kirinya mendekap sebuah kotak bekal tumpuk dua berwarna perpaduan antara ungu muda dan ungu tua.
Setelah itu Jungkook berjalan kearah tiga temannya dengan raut wajah yang tampak sedikit ramah tidak seperti sebelumnya.
"Yaudah ayo ke kelas" ajak Jungkook dengan raut yang lebih ceria dan kemudian melangkah lebih dulu.
Tanpa Jungkook sadari, dibelakangnya sembari melangkah, tiga temannya saling bertukar tatap sambil menahan senyum karena tahu kalau kue itu sebenarnya pemberian dari Eunwoo hanya saja Mamanya ikut membantu menyiapkan.
Meski sudah tidak berwajah muram lagi tapi nyatanya Jungkook masih tetap acuh kepada Eunwoo.
Selama di dalam kelas, Jungkook yang duduk dibaris sebelah kanan Eunwoo tampak abai meski dia melihat Mingyu yang duduk tepat dibelakang Eunwoo beberapa kali terlihat menanyai anak itu apakah dia baik-baik saja tiap kali Eunwoo terlihat menunduk seolah menahan sakit.
Saat yang ditunggu oleh semua orang pun tiba. Bel istirahat siang berbunyi.
Semua muridpun segera berhamburan keluar kelas.
Dari arah belakang, Yugyeom menepuk punggung Jungkook.
"Ayo dek , makan" ucap Yugyeom yang tak jarang ikut memanggil Jungkook dengan panggilan dedek.
"Ayo" jawab Jungkook cepat dan berlalu melewati Eunwoo tanpa sepatah katapun.
"Udah ga usah sedih, muka lo ga cocok jadi orang yang teraniaya" ujar Mingyu yang masih ada di bangkunya sambil membereskan buku dan alat tulisnya.
"Ckk!" Eunwoo mencebik kesal sambil menatap Mingyu ketus sebelum kemudian menenggelamkan wajah diatas kedua sikunya di atas meja.
"Gyu.."
"Hm?"
"Kok gue jadi orang tolol banget sih, pake cobain balapan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
Fiksi PenggemarKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
