Dengan bantuan penjaga villa yang sedang bertugas malam itu, Seokjin berhasil membawa Jungkook yang terus menangis ketakutan ke Rumah Sakit terdekat.
Dokter baru saja memberitahukan diagnosa tentang kondisi Jungkook dan memang benar dugaan Seokjin, trauma lama itu kembali.
Kembali setelah beberapa tahun.
Kembali disaat kondisi mental Jungkook dinyatakan 99% telah pulih.
Dokter tersebut menjelaskan bahwa mereka sudah memberikan penanganan terbaik berupa suntikan obat serta penenang untuk mengurangi gejala kecemasan anak itu untuk sementara waktu.
"Kalau saya pindahkan anak saya ke Rumah Sakit Gangnam di Seoul bisa ya, dok? Psikiater Jungkook ada disana" Tanya Seokjin.
"Bisa saja, Bapak tinggal di Seoul?"
"Iya, saya kesini sama anak saya cuma mau liburan sampai hari minggu besok rencananya"
"Aduh sayang sekali ya, Dedeknya tiba-tiba sakit"
"Iya..." jawab Seokjin dengan getir.
Dokter kemudian menyarankan Seokjin untuk mengisi surat permohonan pemindahan ke Rumah Sakit yang dituju di bagian admisitrasi sekaligus memilih akomodasi untuk pasien, mau dibawa sendiri atau menggunakan ambulance dari Rumah Sakit.
"Saya pakai akomodasi dari Rumah Sakit aja dok, karena saya ga bawa mobil pribadi"
"Baik, mari saya antar ke bagian administrasi"
Seokjin mengangguk setuju dan kemudian mengikuti langkah dokter tersebut menuju bagian administrasi.
Setelah surat permohonan pemindahan selesai dibuat, administrasi dibayar lunas dan sembari menunggu satu unit ambulance siap, Seokjin pun menelepon Namjoon untuk memberi kabar.
Waktu menunjukkan hampir pukul setengah satu dini hari. Dengan nada yang terdengar sedih serta gelisah, Seokjin menceritakan apa yang terjadi malam itu.
Tentu saja Namjoon sangat terkejut pada awalnya namun otak si cerdas itu segera bekerja dengan cepat untuk memberikan bantuan.
Namjoo meminta Seokjin agar tetap tenang dan fokus mengurus kepulangan Jungkook.
Dia juga mengatakan akan meminta bantuan Taehyung serta Jimin untuk berangkat menuju Gwangju esok pagi dan mengemasi semua barang Seokjin dan Jungkook yang masih ada di Villa.
Lalu Namjoon juga mengatakan dia akan menelepon dokter Yoona untuk memberitahu perihal keadaan Jungkook sekaligus pergi ke Rumah Sakit Umum Gangnam malam ini juga untuk memastikan Jungkook mendapatkan kamar rawat terbaik begitu ia tiba sekaligus menangani masalah administrasinya.
Ditengah berbincang dengan Namjoon, salah satu staf Rumah Sakit Umum Gangwon menemui Seokjin dan mengatakan bahwa mobil ambulance telah siap.
Seokjin pun segera mengakhiri percakapan dan melangkah cepat menuju UGD dimana Jungkook berada.
Di dalam mobil yang didominasi warna putih itu, tak sedetik pun Seokjin melepaskan genggaman tangannya dari tangan Jungkook.
"Dedek harus sehat, nak" ucap Seokjin sambil mengusap lembut wajah Jungkook ditengah isakan lirih dan linangan airmata yang tak bisa ia tahan. "Ga boleh sakit. Kalo bisa Ayah aja yang sakit, jangan Dedek"
Kecupan lembut Seokjin beri di punggung tangan kiri Jungkook yang terasa hangat karena anak itu mulai terserang demam.
"Kasihan juga sahabat-sahabat kamu nanti pada sedih ga ada yang bawelin mereka" bisik Seokjin lagi sambil tersenyum getir.
Entah berapa lama Seokjin terus berada disamping Jungkook dan mengajak anak itu bicara sampai dia sendiri tak kuat lagi menahan rasa kantuk dan tertidur dengan posisi kepala rebah di atas dada Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
