Jungkook masih menatap Eunwoo dengan tajam, menuntut jawaban.
Ada desir lega tapi juga takut dalam hati Eunwoo. Lega karena kesempatan untuk menjelaskan hal ini kepada Jungkook akhirnya datang juga. Tapi juga khawatir jika pengakuannya nanti akan semakin menyakiti perasaan Jungkook.
"Lo inget si Mikha temen klub basket pas gue masih ikut klub basket di Gangnam tahun lalu?" Eunwoo memulai penjelasannya.
"Iya. Kenapa?"
"Tiga minggu lalu dia dateng kerumah. minta tolong gue buat gantiin salah satu temen balapnya yang ga bisa lanjut karena ga bisa ninggalin kelas tambahan. Janjinya cuma gantiin untuk sekali balap.
"Emang gaada orang lain selain lo?"
"Mikha ingetnya gue bisa motoran. Dan kata dia postur gue juga tinggi, sama kayak temennya yang ga lanjut itu, pasti bakalan pas kalo pake motor yang dipake tuh anak sebelumnya"
"Dan lo tahu semua resikonya kan karena ini balapan ilegal?"
Eunwoo mengangguk sambil menundukkan kepala. Merasa begitu bersalah. "Gue terima tawarannya dan minta Kak Minwoo buat nemenin gue supaya ada alesan ke Papa Mama buat keluar rumah"
"Astaga, Nu. Bisa-bisanya lo senekat itu"
Eunwoo kembali menunduk sambil menginggit bibir bawahnya.
"Ternyata sekalinya balap, gue menang. Mikha minta gue lagi yang maju ke putaran terakhir. Gue udah nolak tapi dia mohon-mohon sekali ini aja setelah itu semuanya bener-bener selesai"
"Dan pas putaran terakhir itu lo kecelakaan?"
Eunwoo mengangguk. "Balapannya cuma satu putaran. Saksi mata bilang salah satu lawan nabrak ban belakang gue dengan tujuan bikin gue dan dia gagal dan otomatis lawan satunya lagi menang. Mereka kerjasama. Tapi dia nabrakinnya terlalu keras sampe gue pingsan dan akhirnya polisi turun tangan trus semuanya terbongkar"
"Lo pingsan, Nu?"
"Iya. Ingatan gue keputus pas motor gue masih jalan kenceng beberapa meter setelah start"
Sampai disini, Jungkook menghela nafas dalam-dalam. "Lo harus sujud bersyukur sama Tuhan, lo masih hidup hari ini. Tau ga?"
"Iya bener dan gue nyesel banget. Mingyu, Yugyeom, Kak Minwoo, semua ngingetin gue jangan sampai ada apa-apa yang buat lo, Papa sama Mama akhirnya tahu tentang ini. Tapi ya, kejadiannya malah berakhir ada apa-apa"
"Jadi pas sebelum sekolah libur nasional, yang lo traktir gue banyak jajanan di supermarket sekolah itu karena lo menang balap yang pertama? Gue inget hari itu tangan lo lecet-lecet dan lo bilang jatuh pas naik sepeda di taman apartemen"
"Iya, luka lecet-lecet itu karena gue abis jatuh pas nyobain motor temennya si Mikha. Maaf, Jungkook"
Jungkook pun menggelengkan kepala sambil mendesah kesL. "Jujur gue bersyukur lo masih selamat, Nu.
Tapi gue juga kecewa lo udah bohongin gue, Papa, Mama dan bertingkah kelewat batas kayak gini"
"Maaf..." ujar Euwnoo lirih dan sesaat hanya ada keheningan diantara mereka.
"Oya, Mingyu sempet cerita kalo satu hari setelah gue kecelakaan, trauma lo kambuh sampe harus dipulangin pas lagi liburan di Gwangju sama Ayah?"
Jungkook mengangguk.
"Duh, maaf Jungkook. Gue gabisa temenin lo selama lo sakit.."
"Ga apa-apa lo juga lagi sakit"
"Tapi lo udah ga apa-apa sekarang?"
Jungkook mengangguk. "Ceritanya panjang, lain kali aja cerita lengkapnya. Yang pasti hari itu gue inget semua tentang masa kecil gue. Termasuk fakta bahwa Ayah yang selama ini besarin gue, bukan Ayah Seokjin tapi Ayah SeokHan.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
