Hai...
Btw, aku tuh auto senyum-senyum sendiri tiap bacain komen kalian yang pada bingung ini tuh seokjin ataukah seokhan 😂
Yasudah sabar aja, akan tiba chapternya dimana bakal tersingkap sosok ayah yang membesarkan dedek selama hampir 12 tahun ini.
Yok simak kelanjutan cerita liburan dedek gemes dan ayah ganteng kesayangan kita.
Enjoy 💜
.
.
.
Mata Jungkook yang masih terasa berat itu mulai mengerjap. Bola mata bulatnya menangkap cahaya matahari yang masuk dari balik tirai jendela.
Jungkook menoleh kearah jendela kamar dan mendapati bukan gorden yang menutup kaca jendelanya namun hanya kain virtrase. Pantas saja sinar matahari yang menembus lapisan tipis kain berwarna putih itu jadi terasa sedikit menyilaukan untuk matanya yang masih mengantuk.
Sesaat Jungkook terkejut dengan suasana kamar yang ia dapati sangat berbeda dengan kamar miliknya, baik itu yang ada di apartemen Hannam ataupun di lantai atas resto Tuna Kimbab.
'D-dimana ini?
Ko kayak dirumah sakit?
Hah??
Gue sakit apa?'
Jungkook membatin dalam hati saat mendapati ruangan tersebut didominasi oleh warna putih seperti kamar inap di rumah sakit.
Namun ketika mata bulatnya menangkap pemandangan sebuah koper berwarna ungu tua miliknya didepan pintu lemari saat itulah ingatan Jungkook seketika kembali.
'Oh iya, Gue kan lagi liburan sama Ayah di Gwangju'
Ckk! Masih muda udah pikun aja lu dedek?!'
Jungkook menggerutu pada dirinya sendiri sebelum ia mengangkat kedua lengannya dan meregangkan otot-ototnya dengan gerakan malas.
"Hooaamm..." si mata bulat itu pun menguap dengan leganya.
Ketika tatapannya mendapati satu sosok yang masih terlelap sangat pulas disampingnya, senyum lebar pun terbit di bibir tipis Jungkook yang sehat dengan rona merah muda itu.
"Ayah..." panggil Jungkook lirih seraya membalikkan badan kesamping menghadap sang Ayah yang saat itu tidur telentang dengan kepala miring kesisi bahu Jungkook.
Tuk.tuk.tuk
Jungkook mengetukkan telunjuk kanannya keatas hidung mancung Seokjin. "Ayah bangun.." ucapnya.
Tak ada tanggapan. Jungkook pun beralih menepuk pelan pipi Ayahnya.
Puk.puk.puk
"Ayah, bangun dong..udah pagi nih. Katanya kita mau berenang?"
Terlihat Seokjin bergerak pelan namun belum membuka matanya.
"Ayah.." panggil Jungkook lagi sambil mengusap-usap dada Seokjin.
"Hm?" Sahut Seokjin tanpa membuka mata.
"Ayo bangun. Udah jam 10 lebih lho ini"
"Hm..."
"Hm itu apa artinya? Daritadi ham hem ham hem mulu jawabnya"
Seokjin tak bergeming dan Jungkook kembali memanggilnya.
"Ayah? Bangun iihh"
"Ayah masih ngantuk, dek.." jawab Seokjin dengan suara parau yang hampir tak terdengar.
"Tapi anakmu ini juga udah laper, Ayah. Mau sarapan"
Jungkook menunggu namun kembali tak ada respon dari Ayahnya yang terlihat kembali terlelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
Fiksi PenggemarKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
