Cie..ciee... yang menang Voting!💥🎊🎉
Buat menemani malam pergantian tahun kalian.
Let's check it out ~
.
.
"Apa dek? Dedek minta apa? Coba ulangi sekali lagi" Sindir Seokjin setelah Jungkook selesai mengucapkan permintaannya.
Ijin tidak masuk sekolah satu minggu? mendadak kepala Seokjin kembali terasa berdenyut mendengar permintaan Jungkook yang menurutnya agak diluar nalar itu.
Tap.
Jungkook bangkit dari sandarannya di dada sang Ayah lalu duduk tegak menatap lurus ke netra kecoklatan milik Ayahnya yang sedang menatapnya tajam.
"Emang Ayah tadi ga denger aku ngomong apa?"
"Denger kok, Ayah mau memastikan aja kalo Ayah ga salah denger. Coba deh ulangi sekali lagi. Pake suara yang lebih keras ya biar jelas"
Hanya dengan melihat mimik wajah sang Ayah, Jungkook langsung paham jika sebenarnya Seokjin hanya ingin menyindirnya saja.
"Iish! Yaudah sih ga apa-apa kalo dedek ga boleh ijin ga masuk sekolah. Ayah ga usah pura-pura ga denger. Nanti kalo Ayah ga bisa denger beneran gimana? Emang Ayah mau?"
"Lho kok jadi kamu yang emosi?"
"Dedek tahu ko kalo Ayah cuma mau nyindir doang. Yaudah kalo emang ga boleh. Yang tadi batal!"
Seokjin pun menghela nafas panjang dan dalam untuk menenangkan diri sejenak. Tak ingin denyut di kepalanya jadi semakin parah akibat tak habis pikir dengan sikap kekanakan Jungkook karena justru anak itu yang emosi.
"Makanya kalo minta sesuatu tuh yang masuk akal" ucap Seokjin memecah keheningan. Sementara Jungkook terlihat menunduk sambil menatap kedua kakinya dengan mulut yang sudah maju beberapa senti.
Seokjin mengulurkan tangan kirinya untuk menarik wajah Jungkook agar anak itu kembali menatapnya. "Sini lihat Ayah"
Masih dengan wajah cemberut, Jungkook pun menatap Seokjin.
"Dedek, Kookie, Kim Jungkook, yang paling ganteng sedistrik Gangnam.."
"Paling ganteng seluruh dunia!" koreksi Jungkook ketika Seokjin belum menyelesaikan kalimatnya.
"Oke, Kim Jungkook yang paling ganteng seluruh dunia..." lanjut Seokjin. "Lho, ntar dulu. Itu bukannya Ayah ya yang ganteng seluruh dunia ya, dek?"
"Bukan. Itu Dedek!"
"Oh baiklah kalo begitu, jadii...Dedek yang paling ganteng seluruh dunia. Ayah sebenernya seneng pas denger kamu pengen nemenin Ayah selama bed rest. Ayah tahu kamu ga mau Ayah sendirian selama sakit kan? Tapi, kalo karena itu trus kamu minta ga masuk sekolah seminggu, itu terlalu luar biasa gebrakan kamu, nak.."
"Ayah! Ga usah ngeledekin juga kali" sahut Jungkook sambil menepuk tubuh Seokjin asal yang kala itu mengenai perut sang Ayah.
"Lho, mana ada Ayah ngeledekin? Ini Ayah bicara fakta. Coba deh kamu pikir lagi, Gak masuk sekolah selama satu minggu. emang kamu mau pake alasan apa? Nemenin Ayah bed rest? Trus kamu pikir bakal diijinin gitu aja sama sekolah?"
"Y-yaa siapa tahu dibolehin kan?"
"Gak bakal dibolehinlah, dedek. Kecuali kamu ijin nemenin Ayah yang lagi kritis di ICU baru tuh dikasih ijin"
"Iih amit-amit dah. Ayah gaada ya ngomong yang aneh-aneh?!" Ujar Jungkook dengan wajah panik. Sungguh Jungkook paling tidak suka berurusan dengan Rumah Sakit.
"Makanya kamu juga jangan yang aneh-aneh kalo bicara. Ini lho pikirannya kok bisa punya ide fantastis kayak gitu? Hm?" kata Seokjin sambil mengetuk-ngetuk kening Jungkook dengan telunjuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanficKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
