Menunggu balasan dari Eunwoo selama beberapa saat dan nyatanya tak kunjung mendapat respon, membuat Jungkook jadi makin penasaran.
Tangan kanan dipakainya untuk memasukkan roti ke dalam mulut sementara tangan kirinya digunakan untuk menekan tombol panggilan. Tak sabar ingin segera mendengar penjelasan dari sahabat dekatnya.
"Iish.." Jungkook mendesis kesal setelah panggilannya juga tak mendapat jawaban
"Lo kemana sih?" Gerutu Jungkook dengan wajah yang mulai cemberut.
Menghela nafas panjang dan dalam sampai akhirnya grup chat "Five Runners" dengan cepat muncul di memori otaknya.
"Grup Chat Five Runners"
Jungkook
Nu, chat gue kenapa ga dijawab?
telepon gue juga kenapa ga dijawab?
Emang iya lo nonton balapan liar sama kak minwoo?
Hanya butuh beberapa detik saja balasan pun muncul namun dari Mingyu dan Yugyeom.
Mingyu
Si nunu kan lagi liburan di Ansan, dirumah Omanya, dek.
Jungkook
Itu juga gue udah tahu
Yugyeom
Trus kenapa masih nanya?
Jungkook
Sus banget si Nunu ga balesin chat gue😒
Yugueom
Jangan ovt
Jungkook
Tapi itu grup chat kelas lagi rame banget
Mingyu
Nanti juga reda sendiri
Yugyeom
Iya
Ga jelas juga kabar apaan
Jungkook
Yaudahlah gue sarapan dulu
Mingyu
Iya dedek sayang💜
Yugyeom
Iya dedek sayang💜
Jungkook
🤮🤮🤮
Mingyu
Jangan dimuntahin sarapannya
Happy holiday
Salam buat Ayah
Yugyeom
Happy holiday
Salam buat Ayah
😁
Mingyu
Copy paste mulu ya lo, nyet
Jungkook
Ok
Thanks
Namun, Tanpa Jungkook tahu bahwa disaat yang sama Mingyu yang saat itu sedang berada di lorong sebuah Rumah Sakit, mengetikkan pesan berantai dengan diawasi oleh Yugyeom yang berdiri disampingnya lalu dikirimnya pesan berantai itu ke semua kontak teman sekelasnya, kecuali Jungkook.
Kim Mingyu
'DILARANG KERAS spill tentang kecelakaan Eunwoo ke Jungkook kecuali gue!
Gue sendiri yang akan kasih tahu Jungkook tentang masalah ini so please brenti bahas masalah balapan di Grup Chat kelas!'
****
"Dedek!" Panggil Seokjin dari pinggir kolam sambil mengusap badannya dengan handuk.
"Hm??" Jawab Jungkook yang masih saja betah berendam di kolam sambil menengadah dengan mata tertutup. menghirup dalam-dalam udara sejuk pegunungan.
Kombinasi antara hawa dingin dan terik matahari membuat suasana siang itu jadi terasa hangat dan nyaman.
"Udahan yok. Kita makan siang dulu"
"Bentar lagi ya?"
"Sekarang ya"
"Iih Ayah, Tapi aku masih mau berendam.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuna Kimbab
FanfictionKata orang aku sangat beruntung jadi anak semata wayang seorang pengusaha kuliner yang sukses. Itu benar apalagi Ayahku sayang banget sama aku. Tapi banyak orang ga tahu kalo ada luka trauma yang dalam yang menimpaku karena berdirinya restoran it...
