Jia tak bisa diam menunggu Alfath di dalam sana, Jia terus mengintip dari luar pintu. Memperhatikan setiap gerakan di dalam sana dan menunggu sampai Alfath terbangun.
"Ji... Sabar dong, sini duduk dulu.... Makan ya??? Gue cariin makan deh" ucap Andhira yang ikut terbawa suasana.
"ga usah, Alfath belum bangun.... Ntar aja kalau Alfath bangun baru gue makan sama dia" jawab Jia terus berdiri di depan pintu ruangan.
"Ji jangan gini dong... Lo belum makan dari tadi, kalau lo sakit nanti kita di marahin Alfath soalnya ga becus rawat lo waktu dia sakit" saut Alin berdiri menatap Jia.
"Alfath ga akan tau kalau kalian ga cerita ke dia, gue mau di sini nunggu dia bangun... kalau dia bangun baru gue makan" balas Jia dengan datar.
"jangan kaya anak kecil dulu bisa ga Ji?? Kalau waktunya makan ya makan, jangan ngundur waktu makan gara-gara Alfath kaya gini" ucap Jonathan sambil menatap tajam Jia.
Mendengar suara itu dengan kesal Jia menghampiri Jonathan lalu menamparnya di depan semua teman-temannya. Jia menunjuk wajah Jonathan dengan amarah.
"eh asal lo tau aja ya, Alfath kaya gini tuh gara-gara lo tau ga??? Mana janjinya?? Katanya mau jagain Alfath sampe pulang?? Lo bohongin gue!! Mulut lo tuh emang ga pernah bisa di percaya tau ga?? Nyesel gue seneng waktu lo balik, hilang 3 tahun kelakuan lo makin busuk tau ga??? Balik aja sana ke US ga usah balik ke sini lagi, gue tau lo cemburu tapi ga gini caranya tau ga?? Cemburu juga ada batasnya!!" ucap Jia sembari di tahan oleh teman-temannya.
"Ji udah Ji... Dia tuh abang ipar lo, ga seharusnya lo kaya gitu ke dia" ucap Falan menenangkan Jonathan.
"biarin, biar dia tau kalau janji sama gue tuh ga bisa ingkar tau ga?? Janji mulu tapi ga pernah di tepati, bosen gue sama janjinya. Kaya Alfath dong, kalau janji di tepati jangan kaya pecundang gini" ucap Jia terus berusaha meraih wajah Jonathan.
"ITU KECELAKAAN!! TAU GA SIH LO?? ITU TUH MURNI KECELAKAAN!! JANGAN MENTANG-MENTANG GUE YANG NGAJAK ALFATH SEMUANYA LO SALAHIN KE GUE!! GA ADA ABANG YANG MAU ADEKNYA MATI TAU GA?? BEGO LO!! KEBANYAKAN MAKAN CINTA TAU GA??" teriak Jonathan sambil menunjuk Jia, namun di tahan oleh Falan dam Fazzwan.
"bang udah bang, ini ruma sakit bang... Ga enak di lihat banyak orang" ucap Fazzwan menarik Jonathan menjauh dari Jia.
Jia terdiam ketika melihat pertama kalinya Jonathan memarahinya dengan nada tinggi, ia menghela nafas lega lalu menangis di pelukan teman-temannya. Dengan ini ia bisa membuat Jonathan menjauhinya untuk selamanya, akhirnya ia akan hidup tenang dengan Alfath.
Tak lama setelah itu, dokter keluar membawa Alfath ke ruang ICU. Dengan panik Jia mengikuti dokter tersebut sambil bertanya.
"dok suami saya kenapa??? Kenapa di bawa ke ruang ICU??? Dok???" tanya Jia sambil berlari mengikuti sang dokter.
"pasien menelan banyak air yang membuat menurunnya kinerja ginjalnya, apalagi setelah kita teliti lebih jauh pasien mengidap ginjal kronis... Mungkin jika tidak segera di tangani lebih lanjut, kami takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan bu.." balas dokter lalu membuka jalan untuk Alfath.
Jia terdiam lemas mendengar apa yang baru saja di ucapkan dokter.... Kakinya lemas, ia terjatuh di lantai menatap pintu ICU yang sudah tertutup rapat. Air mata mengucur membasahi pipinya, dengan suara terisak ia berusaha meraih pintu yang tak jauh jaraknya.
"Ji lo kenapa??? Jia jangan gini ah... Lo kenapa??? Apa yang dokter bilang tadi?? Jia!!" tanya Alin berusaha membangunkan Jia.
Jia hanya terdiam menatap Alin sejenak lalu pingsan, kini semua orang ikut panik melihat Jia yang tiba-tiba saja pingsan. Dengan cepat Andhira meminta bantuan pada perawat ruma sakit untuk membawakan ranjang untuk Jia, karena tak ada yang bisa menggendong Jia. Dengan cepat Jonathan mengambil alih Jia dari tangan teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFATH
Teen Fiction"lebih baik aku tenggelam dalam pelukmu, dari pada aku tenggelam dalam laut penyesalan. Ucapan ku memang tak semanis gula namun aku dapat menepati janjiku untuk mu" - Raden Alfath mahavira ...
