Bab 40

13 1 0
                                        

Pada malam harinya mereka menikmati makan malam di joglo tepi pantai bersama-sama, suara angin dan ombak menjadi satu. Hangatnya suasana menjadikan makan malam ini seperti makan malam keluarga, canda dan tawa terdengar di barisan meja, makanan yang tersaji mulai habis perlahan.

"eh kalian bertiga besok mau ikut gue snorkeling ga?? Gue besok ada niatan snorkeling di sini sekitar jam 07:00-08:00 an lah. Kalau mau besok kita ketemuan di joglo ini lagi" ucap Jonathan kepada Alfath, Falan, dan Fazzwan.

"wah boleh juga tuh idenya, kapan lagi kita bisa snorkeling bro. Gimana ada yang mau ga??" tanya Falan.

"gue sih oke aja, gimana menurut lo Wan?? Oke ga?? Kalau oke kita sarapan di sini aja besok. Biar di masakin istri gue wkwkw" ucap Alfath sambil menyenggol Jia.

"mentang-mentang masakan istrinya enak, jadiin koki aja Fat istri lo itu" ujar Fazzwan menghabiskan makanannya.

"berarti besok kita sarapan di sini ya?? See you besok kalau gitu gue mau masuk kamar dulu, ini udah ngantuk banget soalnya" ucap Jonathan.

"ngantuk apa mau menyendiri lo bang??" tanya Alfath sambil tertawa.

"bawel lo Fat, urusin aja sana urusan lo" teriak Jonathan meninggalkan tempat.

"Fat kalau besok kamu jadi snorkeling aku mau nitip batu kerang boleh??? Yang kecil aja jangan yang gede ya??" ujar Jia sambil menatap Alfath.

"iya sayang, apapun aku kasih buat kamu... Tenang aja besok aku kasih banyak batu karang buat kamu" ucap Alfath membelai lembut rambut istrinya.

"tai, nyesel gue di sini.. tau gitu gue ikut abang lo aja tadi Fat biar ga lihat orang romantis" ujar Fazzwan berdiri dari duduknya.

Semuanya hanya bisa tertawa melihat tingkah Fazzwan yang tiba-tiba merasa kesal dengan teman-temannya. Alfath menguap lalu mengusap pelan wajahnya.

"kayaknya aku mau tidur aja deh, mata aku udah berat banget ini. Kamu mau tidur sekarang ga sayang??" Alfath meregangkan badannya lalu berjalan meninggalkan joglo tempat mereka makan.

"lo ga ikut Alfath?? Lagian juga udah malem nih Ji, lo ga tidur??" tanya Andhira mengusap-usap matanya.

"engga deh, kalau lo ngantuk balik ke kamar duluan aja sana... Gue masih mau duduk di sini. Anginnya enak banget" jawab Jia sambil melihat deburan ombak menabrak batu-batu karang besar di pesisir pantai.

"yaudah kalau gitu kita balik ke kamar dulu ya?? Lo hati-hati di sini, jangan sampe di culik kolong wewe ya??" ucap Alin sebelum meninggalkan Jia sendirian di sana.

Jia terdiam sendirian di joglo tepi pantai, berusaha menikmati malam yang sepi sendirian hingga waktu menunjukkan pukul 10:47 WIB, ia berjalan ke arah kamarnya. Melewati beberapa kamar teman-temannya dan kamar Jonathan, terlihat kamar Jonathan masih di terangi lampu dari dalam dan masih terdengar suara Jonathan, Jia menghampiri kamar Jonathan lalu mengetuk pelan pintu kamarnya.

Tok..tok..tok...

"kak??? Kamu masih bangun??" tanya Jia dari balik pintu.

"masih... Bentar aku buka dulu pintunya" Jonathan beranjak dari tempat tidurnya menghampiri Jia yang berdiri di balik pintu.

"kamu kenapa ga tidur?? Udah jam berapa ini?? Apa ada yang mau kamu omongin??" tanya Jonathan membuka pintu.

"aku lagi bingung kak, sampai-sampai laut aja ga tau jawabannya.... Aku pikir kakak bakalan tau jawabannya, So, do you want to talk with me for a minute?" tanya Jia menatap Jonathan.

"hahahaha... Sure, why not?? Kita ngobrol nya deket kursi di atas tebing pantai situ aja ya?? Yang atasnya joglo tadi, biar ngobrolnya bisa santai. Ngobrol sambil denger suara ombak kayaknya enak deh" Jonathan menutup pintunya menggandeng tangan Jia ke arah sana.

ALFATHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang