Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
"Kita mau nyari kemana lagi Din, Jay, kita udah nyari kemana mana tapi Mogy belum ketemu juga, ini udah dini hari, kayaknya lanjut besok aja gak sih, kita juga harus istirahat."
Ucapan Celio diangguki oleh mereka. Akhirnya mereka memilih untuk pulang ke rumah Violet, rencananya mereka ingin mengembalikan mobil yang tadi mereka pinjam.
Cittt...
Tiba-tiba Jay yang sedang menyetir menghentikan laju mobilnya secara mendadak.
"Woi Jay pelan-pelan dong! Gue belum nikah!" Davi mengusap dahinya yang terbentur.
"Lo kira yang belum nikah lo doang? Masih SMA udah mikir nikah aja lo!" Celio juga mengusap-usap dahinya. "Lagian lo kenapa sih Jay ngerem mendadak?"
Jay langsung buru-buru membuka pintu mobil dan berlari keluar mobil, sontak Davi dan Celio mengikuti Jay.
Jay berjalan dengan perlahan ketika akan sampai di objek yang membuat dirinya menghentikan mobil, Jay berdiri mematung memandang seekor kucing yang terbujur kaku ditepi jalan.
"Ada apa sih Jay?" Davi yang baru saja sampai melihat kearah yang sama dengan Jay.
"Jangan bilang ini..."
Jay berjongkok kemudian menangis, dia mengacak-acak rambutnya berulang-ulang. "Arghhh!!"
"Ini Mogy? Kok bisa, bukan kita kan yang nabrak?" Celio menatap Mogy yang sudah terbujur kaku dengan jantung yang berdegup kencang.
"Lo gak bisa lihat apa gimana? Jelas-jelas poisisinya jauh dari mobil kita!" Davi menenangkan Jay yang masih terus terisak.
"Udah Jay, sekarang kita bawa dulu Mogy ke rumah, apapun keadaannya kita harus ngomong jujur ke Matteo."
Jay menghentikan tangisannya setelah itu dia mengangkat Mogy dengan hoodie yang dia pakai. Setelah itu mereka menuju ke rumah Jay. Davi juga mengabari Matteo untuk pulang ke rumah.
Saat Matteo sedang mencari Mogy, Matteo merasakan handphone nya bergetar, awalnya Matteo tidak memedulikannya, namun handphone nya terus bergetar, setelah dilihat ternyata Davi yang mengiriminya pesan secara beruntun untuk meminta Matteo pulang ke rumah.
Matteo ingin menghiraukan pesan dari davi, namun pesan terakhir dari Davi membuat dia mengurungkan niatnya. Disana tertulis Matteo harus pulang karena Mogy sudah ditemukan.
Dengan semangat Matteo pulang ke rumah, susah sekali mencari kendaraan pada malam hari, akhirnya Matteo kembali ke rumah Violet dan meminta tolong Violet untuk mengantarnya pulang.
"MOGY!!" Sesampainya di rumah Matteo langsung berteriak memanggil Mogy.
Di ruang tamu terlihat ada Jay, Davi, Celio dan Casie yang sedang menunduk menatap sesuatu yang tertutup kain.
Matteo berjalan dengan tergesa menuju mereka, Violet mengekori Matteo. "Mana Mogy Ma?"
"Maafin mama Teo." Casie menunjuk Mogy, Casie tidak sanggup berbicara, dirinya kemudian terisak.
Matteo membuka kain yang menutupi tubuh Mogy. "Mogy...Mogy bangun ini ada snack." Matteo mengusap tubuh Mogy, namun tubuhnya terasa kaku dan terdapat bercak darah disekitar mulutnya.
"Mogy...Ma, Mogy gak gerak ma, badan Mogy kaku." Matteo menatap Casie dengan mata berkaca-kaca.
"Mogy gak bisa diselamatkan nak..Maafin mama." Casie menatap Matteo dengan rasa bersalah.
Matteo menatap Casie dengan tatapan tidak percaya, air mata mulai turun dipipinya. Matteo menatap Mogy. "Mogy...Maaf nek Teo gak bisa jaga Mogy." Matteo menangis tersendu-sendu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Romance⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)